Mbak CS Judes bikin Gengges

IMG_20170707_090144

Baru ditinggal njemur bentar, tau² udah ada misscall banyak banget, dari nomer yg berbeda. Dari awal udah rada curiga sih, palingan dari asuransi A*A yg rajin banget nawarin program lewat telfon.

Beberapa bulan lalu pernah ditawari memang, program asuransi gratis selama 3 bulan. Setelah saya pastikan bahwa itu memang gratis dan ga ada debit otomatis, ya saya iyakan aja. Toh katanya memang semua nasabah Man**ri dapet program ini. Dan setelah 3 bulan maka polis otomatis terhenti.

Nah ternyata setelah 3 bulan berlalu, memang asuransi saya dihentikan. Dan tidak ada saldo terdebit sedikitpun. Alhamdulillah, bukan jebakan betmen. Ternyata masnya ga boong, hehe… Tapi, semua ini belum berakhir. Babak baru —tadinya— akan dimulai —tapi gajadi–.

Kali ini yang nelfon mbak² bersuara judes. Dan rasanya baru kali ini saya dapet telfon dari CS dengan suara judes seperti ini. Biasanya begitu telfon diangkat langsung disambut dengan suara lembut sampe kadang ga tega kalo mau ngerjain. Setelah melewati pembukaan percakapan singkat, si mbak langsung menawarkan program baru lagi.

M : mbak AX*
N : Naphee’

M : “Jadi betul ya ibu beberapa waktu lalu mendapatkan program gratis asuransi 3 bulan lalalalala. Sekarang ada program baru lagi bu dari *XA lalalalala. Ibu pakai rekening yang Ma**iri atau B*I?”
N : ” Saya pake Mandi** mbak”
M : “Baik ibu, saat ini kami punya program baru yaitu gratis asuransi selama 8 tahun, lalalalala lalalalala jadinya lalalalala dan ibu nanti lalalalala…”
*buset, 8 tahun?*
N : “Gratis mbak?”
M : “Betul ibu, nanti ibu lalalalala sehingga lalalalala. Keuntungan buat ibu lalalalala. Bahkan nanti ketika tidak ada klaim pun premi akan dikembalikan 100% bu karena lalalalala…”
*loh? premi dikembalikan? katanya gratis?*
N : “Berarti saya bayar mbak?”
M : “Ibu hanya diwajibkan bayar untuk 4 tahun pertama, dan 8 tahun selanjutnya gratis bu. Jadi ibu bisa berhemat dengan membayar 4 tahun saja untuk asuransi 12 tahun. Nanti asuransi tersebut lalalalala…”
*tenan to, ga mungkin ngasih gratis kok terus²an, mesti ada udang di balik jadi apa prok prok prok~*
N : “Trus saya bayarnya kapan mbak? Di awal? Nanti kena autodebit?”
M : “Betul ibu, di 4 tahun pertama lalalalala…”
N : “Mbak, berarti…”
M : “…lalalalala lalalalala…”
N : “Mbak bentar mbak”
M : “…lalalalala lalalalala…”
N : “…..”
*tak biarin sampe mbaknya berhenti berkicau*
M : “… lalalalala. Begitu ibu”
N : “Trus rekening saya udah kedebit belum?” *mulai khawatir kalo ternyata yg 3 bulan kemarin ternyata jebakan betmen*
M : “Belum ibu, kan kita belum punya kesepakatan. Ini saya baru mau menjelaskan programnya yang lalalalala…”
N : “Oh ya udah kalo gitu program yang ini saya ga ambil aja mbak”
*mbaknya suaranya judes sih, jadi males ngobrol lama² 😀 *
M : “Tapi kan saya belum menjelaskan apa² ibu. Ini programnya lalalalala lalalalala…”
N : “Iya mbak tapi saya belum tertarik. Lain kali aja ya. Makasih”
M : “Boleh tau ibu kenapa belum tertarik untuk mengambil program ini?”
N : “Belum butuh asuransi mbak”
M : “Ibu, namanya hidup kita ga tau akan mengalami kejadian apa nanti. Bisa jadi besok kita mengalami sesuatu kan kita ga tau. Lalalalala lalalalala bu, lalalalala lalalalala…”
N : “Ya tapi kalo saya belum mau ambil gimana mbak. Besok kalo saya butuh saya akan mengajukan sendiri aja mbak”
M : “Tapi nanti ibu akan rugi karena lalalalala”
*suara si mbaknya udah mulai naik rada emosi*
N : “Iya, tapi saya ga mau ambil mbak. Kalo saya nolak kan itu hak saya?”
M : “Betul itu hak ibu. Mau ambil atau tidak itu tentu sepenuhnya hak ibu. Tapi program ini nanti tidak akan ada lagi karena ini lalalalala.
N : “Nah iya mbak, tau. Sekarang saya belum butuh. Besok aja kalo saya mau, saya akan ngajuin sendiri.
M : “Jangankan besok kalo mau mengajukan bu. Bahkan nanti 1 jam lagi ibu telfon kami atau datang ke kantor kami untuk mengajukan program ini juga tidak akan diterima karena ini merupakan penawaran saja bu. Kalo begitu program ini kita lewatkan saja ya bu untuk ibu. Terima kasih”
*tut tut tut*

//ebuset mbaknya emosi
//mbaknya baper
//nawarin tapi maksa
//tawarannya ditolak jadi bete
//padahal belum sempet bilang ‘sama-sama’
//itu yang A*X*A sama M*and*iri sengaja disensor
//lah trus kenapa dijelasin dibawah?
//biar ga salah faham
//trus ngapain pake disensor?
//biar ga dikira pencemaran nama baik
//tapi sensornya masih kebaca jelas
//sensor * yang ga berfaedah
//sekian dan terima kalo dikasih

Naphee’
Jogja 070717

Advertisements

Kabar Gembira Berisi Kabar Duka?

khusnullutfiwordpresscom_penjualkoranAda seorang anak kecil, terlihat sangat lelah, lapar, dan masih harus bekerja menjual koran di lampu merah. Tiba-tiba ada bapak-bapak, gemuk, terlihat sangat kaya dengan jas hitam dan mobil mewahnya. Sebenarnya bapak ini sudah sejak lama melihat anak itu di lampu merah. Tapi entah kenapa, tiba-tiba kali ini si Bapak kaya mendekati si Anak kecil.

“Kamu kasihan sekali,” kata Bapak kaya. “Aku kagum dengan perjuanganmu. Aku selalu memperhatikanmu selama ini bekerja keras menjual koran. Pekerjaanmu sungguh mulia. Kamu membuat banyak orang jadi tahu berita. Tapi, sayangnya hidupmu susah. Aku sangat kasihan melihatmu.”
…pengen baca lanjutannya…

Telinga tuli sebelah? It’s a bad bad day!

khusnullutfiwordpresscom_telingatulisebelahBeberapa hari belakangan, sumpek banget rasanya. Merasakan telinga yang tidak bisa mendengar dengan sempurna. Kuping budek sebelah kiri. Ehm, maaf bahasanya mungkin frontal. Tapi memang itulah keadaannya. Sebenarnya sudah dari beberapa bulan lalu, sering mengalami hal seperti ini tiap tidur miring ke kiri terlalu lama. Tapi beberapa menit atau maksimal beberapa jam kemudian hilang dengan sendirinya. Tapi kali ini, seminggu lebih nggak sembuh-sembuh juga. 😦

Awalnya mulai berasa setelah renang seminggu yang lalu. Awalnya merasa biasa saja, toh ini bukan yang pertama kalinya kuping mampet sebelah. Sejam, dua jam, masih biasa saja. Sehari, dua hari, mulai keganggu banget. Tiap diajak ngobrol jawabnya selalu “hah? apah?” Pertanyaan harus diulang sehingga mengurangi efisiensi percakapan. Nggak cuma aku sendiri yang keganggu, tapi tentunya partner ngobrolpun jadi ikut ngerasa nggak nyaman. :/
…pengen baca lanjutannya…

Musim Hujan Ketiga

Terasa cepat, ternyata kita sudah kembali memasuki musim hujan. Dan siang ini, untuk pertama kalinya setelah semusim, kita berhujan-hujanan bersama. Dingin, segar, basah, menyenangkan. Kita tertawa sepanjang perjalanan. Seperti anak kecil yang baru pertama kali merasakan air hujan, kita seakan tidak peduli lagi dengan masuk angin dan semacamnya. Dan hujan kali ini turun sepanjang hari, sepanjang malam.

Ketika hujan turun di malam hari kita tidak akan menemukan pelangi di sana. Tapi sebagai gantinya, kita akan mendapatkan tidur yang seolah-olah diiringi musik klasik terbaik sepanjang malam. Dan malam ini, akhirnya selimutku kembali aku kenakan ketika tidur meskipun aku sedang baik-baik saja. Ya, aku menyebutnya …pengen baca lanjutannya…

Kamu, kesayangan aku

Hai kamu, kesayangan aku. Entah bagaimana caramu, setiap hari kamu bisa membuatku terjatuh berkali-kali. Iya. Jatuh cinta kepadamu. Dan aku tidak ingin beranjak dari situ.

Kamu, lelaki imut berjenggot tipis. Yang setiap malam di lelap tidurmu, aku sangat suka memperhatikan secara diam-diam setiap sudut wajahmu. Bahkan ketika di tidur terdalammu pun kamu tetap terlihat manis.

Kamu, lelaki penyuka buah pisang dan bakpia isi kacang. Tahukah kamu, setiap kita sama-sama sibuk bekerja, hal yang paling aku tunggu setiap harinya adalah saat aku bisa bertemu denganmu di sore hari dan menceritakan semua yang aku alami hari itu, juga mendengarkan cerita yang sama darimu.

Kamu, lelaki penggemar bulu tangkis dan hobi memancing. Lelaki yang bisa menjadi gila dan juga romantis sekaligus. Lelaki yang selalu memberi kejutan dengan berjuta cinta yang kamu punya. Membuat hidupku begitu menyenangkan lebih dari yang bisa dibayangkan.

Kamu, lelaki pecinta kura-kura. Entah kesabaran macam apa yang kamu punya. Kamu selalu sabar menghadapiku. Menghadapi sifat manjaku. Menghadapi masalah-masalah yang aku buat. Menghadapi segala kesulitan yang kadang kita temui di tengah perjalanan kita.

Kamu, pecinta klub Juventus dari saat kamu masih anak-anak. Kamu ingat kejadian malam itu? Saat aku menangis sejadi-jadinya karena perasaan bersalahku. Bahkan kamu justru tertawa seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Dan kamu tahu? Aku juga menangis, karena cintamu itu yang membuatku hampir gila.

Kamu, lelaki tangguh yang membuatku tak ingin sedetikpun lepas darimu. Dengan cintamu, kamu selalu melindungiku, menyayangiku, membuatku istimewa, membuatku merasa beruntung menjadi wanitamu, dan membuatku merasa tak akan pernah menyesal telah memilihmu menjadi lelakiku.

Kamu, lelaki pendamping hidupku. Dengan kegilaan yang selalu kita lakukan, kita nikmati keberduaan kita. Lihat ribuan orang di luar sana. Mereka mungkin tidak akan bisa membayangkan, betapa bahagianya hidup kita sekarang.

Kamu, lelaki kesayangan aku. Jangan pernah berhenti mencintaiku. Terlalu indah kisah kita untuk kita simpan berdua. Biarkan seluruh dunia tahu, betapa aku mencintaimu.

CIMG5781

Gerimis di Awal Januari

khusnullutfiwordpresscom_rainbirdApa yang paling kamu sukai dari antalogi rintik yang bernama gerimis? Suaranya yang gemerisik, butirannya yang memercik, atau basahnya yang menelisik? Kalau aku, paling suka dengan pesan yang disampaikannya. Pesan, yang kali ini berjodoh dengan bulan Januari.

***

Awal memang permulaan yang seringkali tak mudah. Seperti yang harus dihadapi Januari pada tahun ini. Hari-harinya dihiasi dengan gerimis. Ada yang sebagian, ada yang seperempat, ada juga yang sepenuhnya. Ada yang hanya gerimis, ada yang menderas menjadi hujan, ada pula yang membadai bersama angin. Pun bagi sebagian besar orang; memulai adalah salah satu perkerjaan paling sulit yang pernah ada. Ada yang tak pernah bisa untuk melakukannya. Ada yang tak tahu bagaimana caranya. Sebagian orang harus menempuhnya dengan paksa, diantara sebagian itu ada yang bisa mengubah paksa menjadi suka. Sebagian yang lainnya sampai akhir tetap terpaksa. Dan adakah yang paling melelahkan, selain melakukan sesuatu dengan terpaksa?

Tak ada yang lebih setia menemani hujan selain gerimis. Ia ada di awal, tengah dan juga akhir. Hanya durasi dan volumenya saja yang tak sama. Tapi gerimis selalu ada dalam prosesi hujan. Entah memulai, mendampingi atau mengakhiri. …pengen baca lanjutannya…

Happy Birthloween Day!

Iya, hari ini adalah hari Halloween. Pasti tau donk, Halloween itu apa. Bagi yang belum tau, bisa buka di sini. Seru juga pas buka Google hari ini, soalnya Google Doodle hari ini banyak banget, macem-macem. Tiap di refresh beda lagi doodle yang keluar. Lucu-lucu deh. Dan tentunya dengan animasi yang bikin gemes. :mrgreen:

Nih, beberapa doodle hari ini yang berhasil diamankan.

khusnullutfiwordpresscom_doodle1

Ketika di play akan jadi animasi yang lucu-lucu kaya’ gini. 😀

khusnullutfiwordpresscom_doodle2

khusnullutfiwordpresscom_doodle3
…pengen baca lanjutannya…

Rok mini, salah siapa?

khusnullutfiwordpresscom_hotpantsIni bukanlah tulisan saya sendiri, melainkan tulisan salah seorang pengguna Facebook, entah siapa, yang sudah disebarkan sebanyak ribuan kali oleh para pengguna Facebook yang lain. Kenapa saya masukkan di sini, karena ini menarik untuk dicermati. Hampir bisa dipastikan, bahwa ribuan orang di luar sana akan setuju dengan apa yang diungkapkan oleh beliau ini. Dengan bahasa yang ringan, namun cukup bisa “menampar” para pengguna rok mini, hot pants, atau semacamnya. Saya sebagai seorang perempuan saja risih jika melihat para perempuan yang senang mengumbar auratnya. Na’udzubillaah… Berikut tulisannya.

=======================================================================

Soal rok mini ini memang menggelitik. Saya sendiri di dalam dilema yang besar. Alasannya, pertama karena saya laki-laki. Kedua, karena saya belum pernah memakai rok mini. Sebagai orang berpendidikan, saya khawatir perspektif saya terhadap rok mini ini menjadi sangat subyektif, dipenuh asumsi, dan ngawur.

Tapi sebenarnya saya selalu ingin mengajukan pertanyaan kepada setiap pengguna rok mini atau celana super pendek di area publik demi mendapat sudut pandang yang obyektif dari si pemakai agar saya tidak salah sangka:
1. “Mbak-mbak, boleh tau apakah dengan rok mini yang mbak pakai itu, saya atau kami boleh menikmati paha mbak?”
2. “Kalau boleh, apakah mbak memang sengaja agar kami melihatnya? atau malah risih kalau kami melihatnya?”
3. “Atau tolong jelaskan kepada kami, bagaimana seharusnya kami boleh menikmati paha mbaknya biar mbak merasa nyaman dan kita bisa sama-sama menikmati, agar saya merasa aman dalam menikmati, dan mbaknya nikmat juga dilihati?” …pengen baca lanjutannya…

Apa kabar sayang?

Bukan, kali ini Naphee’ bukan sedang ingin curhat secara pribadi, atau menuliskan cerpen fiksi. Lebih kepada ungkapan suatu kekaguman terhadap sebuah karya. Salah satu lagu favorit yang sangat menyentuh dan menguras air mata. Tidak begitu berlebihan kurasa, karena memang lagu ini berbeda dari lagu-lagu kebanyakan di luar sana.

Apa Kabar Sayang. Salah satu lagu milik band Armada yang begitu menyentuh. Entah kenapa. Aku merasa lagu ini bukan lagu biasa. Pertama kali aku mendengar lagu ini, aku langsung suka. Dan setiap kali aku ikut menyanyikan lagu ini, pasti rasanya sedih banget dan pengen nangis. ENTAH KENAPA. Berasa sedihnya beda dari lagu-lagu lainnya. Lagu ini bisa membuatku semakin merindukan orang-orang yang aku sayang. Suami, kakak, ibu, dan yang paling aku rindukan selama ini, almarhun ayahku. …pengen baca lanjutannya…

Astaghfirullah, inikah iri hati?

kusnullutfiwordpresscom_teaKetika sebuah persaingan tak lagi hanya sekedar ingin menjadi yang lebih baik dari yang lain. Ketika sebuah persaingan tak lagi hanya sekedar saling membanggakan keunggulan masing-masing. Ketika sebuah persaingan tak lagi hanya sekedar meraih lebih banyak prestasi. Tapi bagaimana jika sudah sampai kepada iri hati?

Aku selalu ikut senang ketika melihat temanku sukses. Bahagia dengan kehidupannya. Mencapai apa yang diimpikannya. Tapi dengan “anak itu”, entah kenapa, mungkin karena persaingan di antara kami yang sudah sedemikian rumit, sehingga setiap aku melihat suatu pencapaian yang dia dapatkan, bukan kalimat “selamat ya” atau “wah, keren banget”, tapi justru “ah, sial!”. Iya, seperti ada rasa semacam “tidak terima” yang aku alami. Kadang sampai membuat badmood seharian bahkan sampai sebelum tidurpun kepikiran tentang hal itu. Kenapa dia bisa seperti itu, tapi aku tidak?

Iya, seharusnya persaingan justru bisa membuat kita termotivasi, kan? Bukan malah membuat kita terpuruk atau merasa gagal. Tapi kenapa kadang perasaan seperti itu, jujur, masih menghampiri. Ah, ini memalukan sekali, sungguh. Aku merasa kalah dua kali. Pertama, karena aku kalah saing. Kedua, karena aku justru menjadi iri dengannya.

Suatu sore aku berbincang dengannya. Perbincangan kami masih menyenangkan seperti biasanya. Ya, kami memang seperti itu. Semua orang tau kami berdua bersaing, dalam hal apapun. Kami berdua selalu dibanding-bandingkan. Tapi kami sangat akur bahkan seperti saudara sendiri. …pengen baca lanjutannya…