Kesabaran Berbuah Manis

Entahlah, tapi itu yang aku rasain. Ini bukan tentang cinta-cintaan atau mainan baru. Tapi ini tentang pekerjaan, dan keluarga. Hal yang sempet bikin aku hampir putus asa sama semuanya.

Yah, sebagai permulaan. Sama seperti waktu nulis artikel ini contohnya. Udah ditulis panjang lebar, nggak tau udah berapa paragraf, eh lupa ngesave dan langsung shutdown. Kata-kata yang udah disusun rapi sebelumnya, nggak akan bisa ditulis lagi seperti semula. Nyesel? Ya, jelas. Tapi mau apa? Nggak jadi nulis? Percuma. Sabar aja, diulangi pelan-pelan, nantinya pasti bisa sampai juga ke tujuan. Pasti jadi manis –apa sih–
…pengen baca lanjutannya…

Kau yang Terindah…

Dia
memang hanya dia
ku slalu memikirkannya
tak pernah ada habisnya

Benar dia
benar hanya dia
ku slalu menginginkannya
belaian dari tangannya

Mungkin hanya dia
harta yang paling terindah
di perjalanan hidupku
sejak gerak denyut nadiku

Mungkin hanya dia
indahnya sangat berbeda
ku haus merindukannya

(Geisha – Tak ‘kan Pernah Ada)

Entah kenapa, tiap denger lagu ini aku selalu …pengen baca lanjutannya…

Semangkuk Bakmi

Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan disuatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang.
Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tidak mempunyai uang.

…pengen tau lanjutannya…