Gimana Jadinya Kalau Huruf Abjad Dikurangi???

Jumlah Abjad Harus Dikurangi !!!

Mengurangi jumlah abjad pada bahasa Indonesia.

(disadur dari sebuah tulisan yang sudah lama hilang – versi Inggris)

Abjad yang digunakan di dalam bahasa Indonesia berjumlah 26.

Ke-26 abjad tersebut rasanya masih terlalu banyak, dan lagipula ada beberapa abjad yang jarang sekali digunakan. Oleh karena itu mari kita sederhanakan abjad-abjad tersebut dan menyesuaikan dengan kata-kata yang kita gunakan.

Pertama-tama, huruf X, kita ganti dengan gabungan huruf K dan S.

Kebetulan hampir tidak ada kata dalam bahasa Indonesia asli yang menggunakan huruf ini, kebanyakan merupakan kata serapan dari bahasa asing. Misalnya taxi menjadi taksi, maximal menjadi maksimal, dst.

Selanjutnya, huruf Q kita ganti dengan KW.

Serupa dengan X, kata2 yang mengunakan huruf ini juga sangat sedikit sekali.

Berikutnya, huruf Z. Huruf Z kita ganti menjadi C.

Tidak ada alasan kuat tentang hal ini.

Huruf Y diganti dengan I.

Hal ini dilakukan sebab bunii huruf tersebut mirip dengan I.

Kemudian huruf F dan V keduania diganti menjadi P.

Pada lepel ini masih belum terjadi perubahan iang signipikan.

Hurup W kemudian diganti menjadi hurup U.

Berarti sampai saat ini kita sudah mengeliminasi 7 hurup.

Hurup iang bisa kita eliminasi lagi adalah R, mengingat baniak orang iang kesulitan meniebutkan hurup tersebut.

R kita ganti dengan L.

Selanjutnia, gabungan hulup KH diganti menjadi H.

Iang paling belpengaluh adalah hulup S iang diganti menjadi C.

Hulup G juga diganti menjadi K.

Dan hulup J juga diganti menjadi C.

Caia laca cudah cukup untuk hulup-hulup konconannia.

Cekalank kita kanti hulup pokalnia.

Cuma ada lima hulup pokal, A, I , U, E, O.

Kita akan eliminaci dua hulup pokal.

Hulup I mencadi dua hulup E iaitu EE.

Cementala hulup U mencadee dua hulup O eeaeetu OO.

Cadee, campe cekalank, keeta belhaceel menkoolankee hooloop-hooloop keeta.

Kalaoo keeta tooleeckan lagee, hooloop-hooloop eeang telceeca adalah:

A, B, C, D, E, H, K, L, M, N, O, P, T.

Haneea ada 12 (dooa belac) hooloop!! Looal beeaca bookan??

Padahal cebeloomneea keeta pooneea 26 hooloop.

Eenee adalah penemooan eeang cankat penteenk dan ceekneepeekan! !

Co, ceelahkan moolaeelah menooleec tooleecan anda denkan menkkoonakan dooa belac hooloop telceboot. Celamat mencoba!

WS Rendra Meninggal Dunia

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un…

Indonesia kumbali berduka. Dua hari setelah musisi fenomenal Mbah Surip wafat, kini satu lagi penyair Indonesia dipanggil Yang Maha Kuasa. Seniman senior WS Rendra tutup usia pada hari Kamis (6/8), pukul 22.31, di RS Mitra Keluarga, Bogor, Jawa Barat. Penyair yang berjuluk Si Burung Merak tersebut wafat dalam usia 74 tahun (7 November 1935 – 6 Agustus 2009). Sudah sejak beberapa bulan lalu Rendra dirawat setelah mendapat serangan jantung koroner pada tanggal 30 Juni 2009. Kini jenazah dibawa ke kediamannya di kompleks perumahan Pesona Khayangan, Depok.

Rendra sempat dirawat di RS Harapan Kita. Bahkan ia terpaksa menjalani cuci darah di ruang ICU RS Harapan Kita, Senin, 13 Juli 2009. Selama empat jam lamanya seniman kelahiran Solo ini menjalani cuci darah.

Rendra mulai dikenal luas ketika mengadakan ‘Kemah Kaum Urakan’ di pantai Parangtritis, Yogyakarta, 1970 -an. Drama dan sajak Rendra sering dicekal penguasa karena kritiknya yang begitu tajam. Bahkan ia pernah dijebloskan ke dalam penjara gara-gara karya sastranya itu.

Selama hidupnya, WS Rendra mencurahkan tenaga dan pikiran serta goresan tintanya di dunia sastra, kepenyairan, dan puisi-puisi yang sarat akan nuansa gugatan terhadap segala bentuk penindasan. Di Bengkel Teater, teater yang dirintis dan didirikannya, dia menjadi pemimpin, penulis naskah, sutradara dan sekaligus pelakon.

Pemilik nama lengkap Willibrodus Surendra Broto Rendra itu memperoleh gelar Doctor Honoris Causa (HC) dari Unversitas Gadjah Mada (UGM) di tahun 2008. Rendra merupakan Doktor HC ke-19 dari UGM. Dalam penganugerahan itu, Rendra menyampaikan pidato berjudul ‘Megatruh Kambuh Renungan Seorang Penyair Dalam Menanggapi Kalabendu’. Rendra mengupas tentang lunturnya etika dan budaya lokal yang memunculkan banyak persoalan di masa sekarang ini. Begitulah Rendra, sampai di usia senjanya ia masih kritis kepada penguasa.

Selamat jalan WS Rendra. Kini Si Burung Merak terbang untuk selamanya…

Tampilan Baru mig33

Ini tentang tampilan mig33 kalau online(chatting) lewat PC. Sempat kaget juga tadi, waktu pertama masuk mig33.com, karena memang aku selalu online mig33 lewat PC atau laptop. Jarang aku online lewat HP, soalnya selain boros batre, juga loadingnya lama. Biasanya ‘kan begitu masuk ke mig33.com, langsung ada kotak login di pojok kanan atas. Di sana ada kotak username sama kotak password. Kita tinggal ngisi username sama password kita, trus klik login, langsung deh masuk.

Nah yang tadi aku lihat itu beda. Jadi begitu masuk mig33.com, di kanan atas ga’ ada kotak login buat ngisi username sama password. Lho, ni aku musti ngisi di mana nih? (bingung mode ON). Yang ada cuma tombol kaya’ gini nih,

mig dpnJadi kita musti klik tombol Member Login dulu, baru muncul kotak buat ngisi username sama password.

mig login

Huh… terkesan lebih repot sih, sebenernya. Tapi ada baiknya juga, biar pengguna ga’ bosen sama tampilan yang monoton. Keep online… 🙂

Mbah Surip Meninggal Dunia

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un…

Satu lagi musisi berbakat negeri ini tutup usia. Musisi fenomenal Mbah Surip akhirnya meninggal dunia pada usia 60 tahun (5 Mei 1949 – 4 Agustus 2009), setelah dikabarkan sakit sejak beberapa hari lalu. Kabarnya, tepat pada pukul 10.30 WIB, Selasa (4/8) pagi tadi, penyanyi berambut gimbal bernama asli Urip Ariyanto itu menghembuskan nafas terakhirnya di salah satu rumah sakit di Jakarta. Mbah Surip yang naik daun lagi sejak meluncurkan hits Tak Gendong, itu sempat dilarikan ke RS Jantung Pusdikkes, kawasan Jakarta Timur. Namun menurut seorang perawat, Mbah Surip sebenarnya sudah meninggal sebelum sampai di rumah sakit. Pada beberapa hari sebelumnya, ia yang diwawancarai wartawan memang mengaku tidak berada dalam kondisi yang fit. Dikabarkan Mbah Surip meninggal karena serangan jantung. Ia meninggal saat sedang berada di rumah kerabatnya, pelawak Mamiek Prakoso. Direncanakan jenazahnya akan dimakamkan di kampung halamannya di Mojokerto.

Kepergian Mbah Surip tentu saja sangat mengejutkan. Selama ini ia kelihatan bugar saat menghibur para penggemarnya. Bahkan dijadwalnya sendiri, duda yang meninggalkan empat orang anak dan empat cucu itu berencana syuting video klip bersama Ringgo Agus Rahman untuk single keduanya. Mbah Surip sudah mengeluarkan beberapa album sejak 2007, di antaranya IJO ROYO-ROYO (1997), INDONESIA I (1998), REFORMASI (1998), TAK GENDONG (2003) dan BARANG BARU (2004). Sementara untuk lagu Tak Gendong, ia ciptakan saat masih bekerja di Amerika pada tahun 1983. Lagu itu menjadi hits di televisi dan radio, dan kabarnya Mbah Surip berhasil meraup miliaran rupiah hanya dalam waktu kurang dari sebulan.

Selamat jalan Mbah Surip, semoga amal ibadahnya diterima di sisi-Nya. Amin…