Insya Allah, In Shaa Allah, In Syaa Allah atau ….?

khusnullutfiwordpresscom_insyaallahBanyak sekali yang bingung, bagaimana cara penulisan InsyaAllah dengan benar. Karena banyak sekali info yang justru menjadikan simpang-siur, kebetulan kemarin nemu satu artikel yang membahas tentang ini, dan kebetulan dari sekian banyak artikel yang Naphee‘ baca, kaya’nya ini yang paling sreg dengan pemahasannya. Ini dia artikel yang dikutip dari istrishalihah

 
بِـــــــسْمِ اللَّهِ الرَحْمَـــــنِ الرَحِيـــــــمِ

Kira-kira sejak dua bulan terakhir, berkali-kali saya mendapat banyak pertanyaan mengenai cara penulisan yang benar untuk kata إِنْ شَاءَ اللَّهُ .

Bermula dari pic seorang Syaikh dalam bahasa Inggris yg menyatakan bahwa penulisan yang benar adalah “In Shaa Allah”, bukan “Insha Allah” karena “Insha Allah” berarti “Create Allah”.

Apakah itu benar?

Jawab saya: Benar sekali 🙂
Beliau merujuk kepada penulisan dalam bahasa Arab إِنْ شَاءَ اللَّهُ yang WAJIB ditulis terpisah antara huruf nun & syin nya.

Arti harfiahnya sbb:
إِنْ (in/jika)
شَاءَ (syaa-a/menghendaki)
الله (Allahu/Allah)

Jika Allah menghendaki.

Sedangkan kata إِنْشَاء (dengan nun & syin menyambung) berarti: membuat.

Lalu apakah yang menulis dengan “Insha Allah” atau “Insya Allah” lantas berdosa? Saya yakini tidak karena ia sama sekali tidak berNIAT mengatakan “create Allah”. Penulisan tsb juga sudah sangat umum dlm masyarakat kita & tidak ada seorangpun yang memahami maknanya sbg “create Allah” kan? 😉

Satu hal yang sangat perlu kita perhatikan di sini: Bahasa pengantar Syaikh tsb adalah bahasa Inggris. Ini terkait dgn transliterasi bahasa Arab ke bahasa-bahasa lain yg memiliki beberapa perbedaan. Dua huruf “sh” dalam literasi bahasa Indonesia digunakan untuk huruf shad (ص), bukan syin (ش).

Jadi kesimpulannya :):

1. Pic/info yang beredar tersebut adalah benar, bukan hoax, dan merupakan ijtihad Syekh tersebut yang patut kita hargai.

2. Penulisan “insyaAllah” dalam literasi selain Arab sah-sah saja ditulis dalam beberapa susunan, selama penulisan tersebut sudah umum & sang penulis meniatkan makna “Jika Allah menghendaki”, bukan makna lain :).

3. WAJIB memisahkan huruf nun & syin jika dituliskan dalam huruf Arab: إِنْ شَاءَ اللَّهُ (hayoo dicek autotext masing2 :)).

4. Hal-hal semacam ini sebaiknya tidak usah jadi perdebatan apalagi permusuhan. Mengutip perkataan seorang ulama: Jauhi perdebatan yang tidak menghasilkan amal nyata.

Jadi daripada sia-sia, sangat baik jika kita menjadikan kata إِنْ شَاءَ اللَّهُ sebagai bentuk tawakkal kita terhadap apa yang sudah kita rencanakan (Al-Kahfi: 23-24). Bukan sebagai perdebatan, apalagi sebagai bentuk “ingkar janji” terselubung. Na’udzubillah 🙂

Advertisements

8 thoughts on “Insya Allah, In Shaa Allah, In Syaa Allah atau ….?

  1. maaf Saya komen.
    kita sebagai warga Indonesia sudah tentu merujuk KBBI coba deh liat di KBBI semestinya tulisan seperti apa إنشاء الله itu.

    Like

    • Sip, terima kasih atas masukannya 🙂
      dan lagi, itu insyaAllah nya kalo’ yang dimaksud adalah “jika Allah menghendaki” dalam tulisan arab, huruf nun dan sya’ nya dipisah ya 🙂

      Like

  2. Mungkin uztad banyak membaca tulisan indonesia yg salah soalnya indonesia penganut islam yg besar, baiknya cuman ngasih tau in dengan sya nya dipisah ja, untuk ejaan inggris sh indo sy… saya lebih senang ejaan indo karena ejaan inggris kadang berubah rubah

    Like

  3. Setahu saya ejaan indonesia. Sy untuk syin, sedangkan untuk sh adalah shod. Kalo ngga salah ada di buku iqro. Ejaan sh untuk syin adalah ejaan english.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s