Rok mini, salah siapa?

khusnullutfiwordpresscom_hotpantsIni bukanlah tulisan saya sendiri, melainkan tulisan salah seorang pengguna Facebook, entah siapa, yang sudah disebarkan sebanyak ribuan kali oleh para pengguna Facebook yang lain. Kenapa saya masukkan di sini, karena ini menarik untuk dicermati. Hampir bisa dipastikan, bahwa ribuan orang di luar sana akan setuju dengan apa yang diungkapkan oleh beliau ini. Dengan bahasa yang ringan, namun cukup bisa “menampar” para pengguna rok mini, hot pants, atau semacamnya. Saya sebagai seorang perempuan saja risih jika melihat para perempuan yang senang mengumbar auratnya. Na’udzubillaah… Berikut tulisannya.

=======================================================================

Soal rok mini ini memang menggelitik. Saya sendiri di dalam dilema yang besar. Alasannya, pertama karena saya laki-laki. Kedua, karena saya belum pernah memakai rok mini. Sebagai orang berpendidikan, saya khawatir perspektif saya terhadap rok mini ini menjadi sangat subyektif, dipenuh asumsi, dan ngawur.

Tapi sebenarnya saya selalu ingin mengajukan pertanyaan kepada setiap pengguna rok mini atau celana super pendek di area publik demi mendapat sudut pandang yang obyektif dari si pemakai agar saya tidak salah sangka:
1. “Mbak-mbak, boleh tau apakah dengan rok mini yang mbak pakai itu, saya atau kami boleh menikmati paha mbak?”
2. “Kalau boleh, apakah mbak memang sengaja agar kami melihatnya? atau malah risih kalau kami melihatnya?”
3. “Atau tolong jelaskan kepada kami, bagaimana seharusnya kami boleh menikmati paha mbaknya biar mbak merasa nyaman dan kita bisa sama-sama menikmati, agar saya merasa aman dalam menikmati, dan mbaknya nikmat juga dilihati?” …pengen baca lanjutannya…

Advertisements

Insya Allah, In Shaa Allah, In Syaa Allah atau ….?

khusnullutfiwordpresscom_insyaallahBanyak sekali yang bingung, bagaimana cara penulisan InsyaAllah dengan benar. Karena banyak sekali info yang justru menjadikan simpang-siur, kebetulan kemarin nemu satu artikel yang membahas tentang ini, dan kebetulan dari sekian banyak artikel yang Naphee‘ baca, kaya’nya ini yang paling sreg dengan pemahasannya. Ini dia artikel yang dikutip dari istrishalihah

 
بِـــــــسْمِ اللَّهِ الرَحْمَـــــنِ الرَحِيـــــــمِ

Kira-kira sejak dua bulan terakhir, berkali-kali saya mendapat banyak pertanyaan mengenai cara penulisan yang benar untuk kata إِنْ شَاءَ اللَّهُ .

Bermula dari pic seorang Syaikh dalam bahasa Inggris yg menyatakan bahwa penulisan yang benar adalah “In Shaa Allah”, bukan “Insha Allah” karena “Insha Allah” berarti “Create Allah”.

Apakah itu benar?

Jawab saya: Benar sekali 🙂
Beliau merujuk kepada penulisan dalam bahasa Arab إِنْ شَاءَ اللَّهُ yang WAJIB ditulis terpisah antara huruf nun & syin nya.

Arti harfiahnya sbb:
إِنْ (in/jika)
شَاءَ (syaa-a/menghendaki)
الله (Allahu/Allah)

Jika Allah menghendaki.

Sedangkan kata إِنْشَاء (dengan nun & syin menyambung) berarti: membuat.

Lalu apakah yang menulis dengan “Insha Allah” atau “Insya Allah” lantas berdosa? …pengen baca lanjutannya…

Cari Calon Suami yang Rajin Shalat

khusnullutfiwordpresscom_shalatWow… Memang judul di atas terkesan frontal. Menusuk. Menghujam. Mencabik-cabik. Tapi jujur aja, memang itu bisa jadi patokan yang nggak diragukan lagi. Bagi yang muslim tentunya. Kenapa? Karena shalat itu wajib. That’s all. Trus, hubungannya apa sama calon suami? Emangnya kerjaan suami setelah nikah cuma shalat doank? Nah, ini dia pertanyaan yang bisa memulai pembicaraan.

Bukan berarti kerjaan suami hanya shalat sehingga shalat yang bisa dijadikan patokan. Tentu kerjaannya banyak, terutama mencari nafkah buat keluarganya. Kewajiban seorang suami tentunya luar biasa. Malahan belum tentu semua laki-laki bisa jadi suami yang baik, kalau ngomongin masalah tanggung jawab dan sebagainya. Tapi kenapa Naphee’ bisa anggep shalat sebegitu pentingnya dalam suatu hubungan? Gini ceritanya…
…pengen baca lanjutannya…

Tarawih 2-2-2-2-3

Malam ini, untuk pertama kalinya seumur hidup, Naphee’ shalat tarawih dengan metode 2-2-2-2-3. Wooowww… emezing benjed… Entahlah, karena kebetulan selama ini aku selalu shalat tarawih dengan metode 4-4-3, dari kecil, dan kebetulan dari dulu lingkungan tempatku shalat tarawih selalu menggunakan metode yang sama, meskipun tempatnya berbeda-beda.

Oiya, bagi yang nggak ngerti, maksudnya metode itu jumlah rakaatnya 😆 hahaha… Lagian tadi karena saking semangatnya, jadi lupa pake basa-basi, langsung aja posting ke intinya. Iya, intinya gitu. Rasanya tadi kayak canggung gimana gitu. Walaupun jumlah rakaatnya sama, tetep 11 rakaat, tapi baru kali ini aku shalat tarawih yang tiap 2 rakaat trus salam. Bener-bener pengalaman baru. hehehe…

Padahal dari Ramadhan tahun kemarin, aku udah shalat tarawih di sini, karena kebetulan masjidnya deket banget sama kost aku. Tapi bener-bener baru kali ini deh tarawih pake metode 2-2-2-2-3, beneran nggak bo’ong. Jadi berasa spesial, hahaha… Naphee’ lebaaayyy… 😆

Tips Mengetahui Halaman Juz di Al-Qur’an dengan Rumus Matematika

Sebentar lagi kita akan menjalankan Ibadah Puasa Ramdahan 2012/1433 H, dimana setiap amalan pahalanya akan dilipatgandakan. Selama bulan puasa yang sebentar lagi kita jalani, baiknya kita perbanyak melakukan amalan-amalan ibadah untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta. Salah satu ibadah yang perlu kita laksanakan adalah membaca Al Quran, kita sebagai seorang muslim wajib dan harus membaca dan memahami isinya. Kitap Quran terdiri dari 30 Juz yang terdapat 114 surat yang pastinya memiliki halaman yang banyak dan tentu saja anda akan mengalami kesusahan menemukan juz dengan cepat ketika anda lupa juz berapa terakhir anda baca. Pada kesempatan kali ini Naphee’ akan berbagi tips mengetahui halaman Juz dengan cepat dan mudah. …pengen baca lanjutannya…

Doa untuk Orang Sakit

Dulu, waktu ayahku sakit, hampir tiap hari denger doa ini. Tiap pagi, siang, sore, ayahku selalu baca doa ini. Karna keseringan denger, lama-lama jadi apal. Tapi ternyata, banyak banget orang yang ngga’ apal dan pengen banget apal sama doa ini. Makanya, aku pengen berbagi sedikit dari apa yang aku tau di sini.

Nah, doanya kurang lebih kaya’ gini (maap cuma bisa ditulis pake huruf latin, bukan huruf arab).

“Allahumma rabbannaasi adzhibil ba’sa isyfii anta syaafi laa syifa-a illaa syifauka syifa-an laa yughadhiru saqama.”

“Yaa Allah, Tuhan semua manusia, hilangkanlah penyakit ini dan sembuhkanlah. Engkaulah yang Maha Menyembuhkan, tidak ada kesembuhan melainkan hanya kesembuhan dariMu, kesembuhan yang tidak meninggalkan sedikitpun penyakit.”

Semoga dengan membaca doa tersebut dapat mengurangi sakit dari orang yang membaca maupun yang dibacakan. Amin… 🙂