Resensi Eat, Pray, Love : Mencari Keseimbangan Hidup

eatprayloveJULIA Roberts, peraih Oscar 2001 ketika memerankan Erin Brokovich, akan syuting di Indonesia. Persisnya di Bali. Eat, Pray, Love berangkat dari kisah nyata Elizabeth Gilbert seorang jurnalis perempuan yang resah mencari makna kehidupan.

Memasuki usia tiga puluh tahun Gibert telah mendapatkan semua yang diinginkan oleh seorang wanita Amerika modern. Selain seorang suami dan sebuah rumah, Gilbert yang ambisius dan terpelajar juga punya karier yang cemerlang. Namun, bukannya bahagia, dia justru menjadi panik, sedih, dan bimbang menghadapi kehidupan. Gilbert merasakan pedihnya perceraian, depresi, kegagalan cinta dan kehilangan pegangan dalam hidupnya.

Untuk memulihkan dirinya, Gilbert pun mengambil langkah yang cukup ekstrem. Dia meninggalkan pekerjaan dan orang-orang yang dikasihinya untuk melakukan petualangan seorang diri berkeliling dunia.

Bagi seorang perempuan yang berpenampilan menarik, perjalanan solo ini jelas petualangan seru. Makan, doa, dan cinta adalah catatan kejadian di bulan-bulan pencarian jati dirinya itu.

Dalam petualangannya itu, Gilbert menetapkan tujuan ke tiga tempat berbeda. Di setiap negara, ia meneliti aspek kehidupan dengan latar budayanya masing-masing. Italia menjadi tempat tujuan pertamanya. Di negeri nan elok ini, Gilbert mempelajari seni menikmati hidup dan bahasa Italia. Tak lupa, ia juga mengumbar nafsu makannya dengan menyantap aneka masakan Italia yang enak-enak. Wajar saja jika kemudian bobot tubuhnya pun bertambah 12 kilogram.

Dari Italia, Gilbert bertolak menuju India. Di negeri ini dia mempelajari seni devosi atau penyerahan diri di sebuah Ashram atau padepokan Hindu. Ia menghabiskan waktu empat bulan untuk mengeksplorasi sisi spiritualnya.

Akhirnya, Bali menjadi tujuan terakhirnya. Di Pulau Dewata inilah wanita matang ini menemukan tujuan hidupnya, yakni kehidupan yang seimbang antara kegembiraan duniawi dan ketenangan batin. Ia menjadi murid seorang dukun tua bernama Ketut Liyer yang juga seorang pelukis dan peramal lewat bacaan garis tangan. Gilbert juga bersahabat dengan Nyoman, penjual jamu tradisional Bali. Dan yang terpenting, di Bali, Gilbert yang sudah apatis dan merasa tak akan pernah lagi bisa berhubungan romantis dengan lelaki manapun, akhirnya malah menemukan kembali cinta sejati pada diri Felipe, pria separuh baya asal Brasil yang jauh lebih tua darinya.

Tak cuma berakting, Julia Roberts juga menjadi produser eksekutif untuk film ini. Aktor terkenal Brad Pitt juga turut terlibat. Pemilik Plan B Entertaiment ini juga menjadi produser Eat, Pray, Love.

Sumber : innercom

Tawuran UPN FISIP vs FTI – 14 Okt 09

UPN_VeteranMemprihatinkan!

Itu satu kata yang secara spontan terucap. Apa-apaan nih? Tawuran mahasiswa? UPN “Veteran” Yogyakarta? Ya ampun… Inget tuh, tugas kalian udah pada dikerjain belum, presentasi buat besok udah disiapin belum, malah pada tawuran.

Penasaran sama beritanya, tadi aku nyoba browsing. Di situ ditulis, katanya sih gara-gara ada yang nggak puas sama keorganisasian mahasiswa. Trus pas waktu kuliah, sekitar jam 10.20 WIB, mahasiswa dari Fakultas Teknologi Industri ada yang ngelempar batu ke arah ruang kuliah sama sekretariat BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa). Mahasiswa dari Fakultas Ilmu Sosial Politik nggak terima, trus jadi deh lempar-lemparan batu, di kantin, durasinya sekitar 30 menitan. Kantin ancur, ruang kuliah rusak, ada yang luka-luka, haduh… pokoknya memprihatinkan banget lah. Padahal katanya sih, sebelumnya pernah juga tuh kejadian kaya’ gitu, trus mereka udah sepakat buat damai, hitam di atas putih. Tapi ternyata, itu nggak menjamin.

Jujur, sebagai seorang mahasiswa, aku bener-bener prihatin, malu. Apa sih yang ada di pikiran mereka? Jauh-jauh dikirim ke Jogja buat belajar, dibiayain mahal-mahal, eh malah pada berantem! Ya ampun… Untung bukan kampusku! hehehe… :-p

Semoga aja, kejadian konyol kaya’ gini nggak keulang lagi…

Tampilan Mig33 Baru Lagi

Tampilan mig33 baru lagi! Padahal kemaren barusan ganti. Apa emang tiap bulan mig33 ganti penampilan ya?Lebih seru sih. Nih, tampilannya jadi lebih rame.

tampilan depan

Trus waktu login juga agak beda dari yang kemaren. Loading-nya pun beda, tambah lucu πŸ™‚ . Content dalemnya juga berubah. Mulai dari Scrapbook, Contacts, sampe tampilan Chat Room-nya juga berubah, total.

kontakTambah seru sih, nggak ngebosenin. Tapi sayangnya, sekarang lebih sering DC, bentar-bentar reconecting. Bikin emosi! hahaha… Mungkin biar lebih simple online di wap-nya aja kali ya? Hmmm…

Any comments? πŸ™‚