Kamu, kesayangan aku

Hai kamu, kesayangan aku. Entah bagaimana caramu, setiap hari kamu bisa membuatku terjatuh berkali-kali. Iya. Jatuh cinta kepadamu. Dan aku tidak ingin beranjak dari situ.

Kamu, lelaki imut berjenggot tipis. Yang setiap malam di lelap tidurmu, aku sangat suka memperhatikan secara diam-diam setiap sudut wajahmu. Bahkan ketika di tidur terdalammu pun kamu tetap terlihat manis.

Kamu, lelaki penyuka buah pisang dan bakpia isi kacang. Tahukah kamu, setiap kita sama-sama sibuk bekerja, hal yang paling aku tunggu setiap harinya adalah saat aku bisa bertemu denganmu di sore hari dan menceritakan semua yang aku alami hari itu, juga mendengarkan cerita yang sama darimu.

Kamu, lelaki penggemar bulu tangkis dan hobi memancing. Lelaki yang bisa menjadi gila dan juga romantis sekaligus. Lelaki yang selalu memberi kejutan dengan berjuta cinta yang kamu punya. Membuat hidupku begitu menyenangkan lebih dari yang bisa dibayangkan.

Kamu, lelaki pecinta kura-kura. Entah kesabaran macam apa yang kamu punya. Kamu selalu sabar menghadapiku. Menghadapi sifat manjaku. Menghadapi masalah-masalah yang aku buat. Menghadapi segala kesulitan yang kadang kita temui di tengah perjalanan kita.

Kamu, pecinta klub Juventus dari saat kamu masih anak-anak. Kamu ingat kejadian malam itu? Saat aku menangis sejadi-jadinya karena perasaan bersalahku. Bahkan kamu justru tertawa seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Dan kamu tahu? Aku juga menangis, karena cintamu itu yang membuatku hampir gila.

Kamu, lelaki tangguh yang membuatku tak ingin sedetikpun lepas darimu. Dengan cintamu, kamu selalu melindungiku, menyayangiku, membuatku istimewa, membuatku merasa beruntung menjadi wanitamu, dan membuatku merasa tak akan pernah menyesal telah memilihmu menjadi lelakiku.

Kamu, lelaki pendamping hidupku. Dengan kegilaan yang selalu kita lakukan, kita nikmati keberduaan kita. Lihat ribuan orang di luar sana. Mereka mungkin tidak akan bisa membayangkan, betapa bahagianya hidup kita sekarang.

Kamu, lelaki kesayangan aku. Jangan pernah berhenti mencintaiku. Terlalu indah kisah kita untuk kita simpan berdua. Biarkan seluruh dunia tahu, betapa aku mencintaimu.

CIMG5781

Advertisements

Sobat Garkun, sahabat paling gila sedunia

Entah roh macam apa yang sudah merasuki diri ini sampai-sampai aku sudi menuliskan postingan seperti ini. Ketika aku termenung, tiba-tiba aku teringat mereka. Iya, anak-anak yang setengah gila itu. Mungkin karena efek setiap hari bertemu dengan wajah-wajah yang seolah-olah tanpa dosa padahal penuh prahara itu, justru membuatku sering merindukan mereka. Emm… apa? Merindukan mereka? Hmm… baiklah, iya. Mereka memang lama-lama ngangenin juga.

Garis Kuning adalah sebuah grup gila yang beranggotakan beberapa orang gila di dalamnya. Awal mula berdirinya hanya sebuah keisengan belaka. Berawal dari grup di WhatsApp yang dibuat pada tanggal 13 November 2012 dengan nama “Di Belakang Garis Kuning” dan baru berisikan beberapa gelintir manusia saja. Setelah itu sempat berganti nama menjadi “Yellow Line”, dan sampai sekarang menjadi “Garis Kuning”. Dan kamipun punya sebutan untuk para anggota yang gila itu. Dengan bangga kami sebut diri kami, “Sobat Garkun” 🙂

Selain grup di WhatsApp, grup ini juga sudah merambah ke aplikasi lain. Garis Kuning juga hadir di grup BBM, juga grup Line dengan nama “Yellow Line”. Tapi kedua grup ini nampaknya kurang diminati oleh sobat Garkun. Tetapi ada  salah satu franchise Garkun yang juga tidak kalah ramai dengan grup WhatsApp, yaitu grup chat di Facebook, dengan nama “Garkunchat”. …pengen baca lanjutannya…

Nama Sebuah Bunga

Jika itu adalah suatu hal yang sederhana, aku bertanya-tanya kenapa aku tidak bisa mengatakannya? Jika itu sesuatu yang tidak bisa ku katakan, aku bertanya-tanya bagaimana aku akan mengungkapkannya? Bahkan jika aku melupakan langit yang kita lihat bersama, aku tidak akan lupa bahwa kita sedang bersama.

Jika kau adalah bunga, mungkin kau tidak jauh berbeda dari yang lain. Dari mereka, ku pilih satu. Untukku, dan untukmu. Ada satu lagu dimana hanya aku yang bisa menyanyikannya, dan hanya kamu yang bisa mendengarkannya. Aku berada di sini adalah bukti bahwa kau ada di sini. Karena lagu yang ku tinggalkan di sini adalah bukti bahwa aku pernah di sini bersamamu.
…pengen baca lanjutannya…

Suamiku Romantis

Ungkapan yang mungkin terkesan berlebihan bagi sebagian orang. Ya, tapi memang seperti itu keadaannya. Terlebih bagi orang-orang yang menganut aliran cuek dan anti-romantis. Pasti melihat hal yang romantis justru akan dibilang lebay. Persis, seperti aku dulu. Iya dulu, sebelum aku mengenal dia. Setiap melihat temanku sedang asik menulis sesuatu di selembar kertas sambil tersenyum-senyum, dan ternyata ketika kulihat dia sedang membuat puisi cinta. Ah, sungguh itu membuatku ingin tertawa. Apa gunanya puisi cinta seperti itu? Bukankan itu terkesan hanya membuang waktu?

Dulu, dulu sekali, waktu aku masih sekolah dengan mengenakan seragam putih abu-abu, aku pernah memiliki seseorang yang romantis, atau mungkin agak sedikit romantis. Dia pernah menelfonku dengan menyanyikan lagu cinta, sering mengirimkan SMS dengan kata-kata manis, dan dia juga pernah memberiku bunga (meskipun bukan bunga asli alias bunga plastik yang disemprot dengan parfum). Tapi aku menghargai itu semua. Meskipun waktu itu aku masih menganggap hal-hal seperti itu sedikit menggelikan, tapi manis. Sayangnya, hal itu tidak berlangsung terlalu lama. Akhirnya kami berdua jadi jauh juga, seperti bukan siapa-siapa.

Lama setelah itu, aku menemukan seseorang yang lain. Dan kebetulan kami sama, setipe. Kami bukan orang yang romantis. Kami orang yang sama-sama konyol. Suka menggila. Senang menghabiskan waktu dengan cara kami sendiri. …pengen baca lanjutannya…

Naphee’ udah nikah… :D

Alhamdulillah… Sudah 3 minggu…

“3 minggu apa Phee’?”

Menikah.

“Haaahhh???”

Iya. Hahaha… Alhamdulillah, segala syukur yang terucap, sekarang Naphee’ udah nikah. Naphee’ sudah melewati masa dimana semua orang mengharapkan hari itu sebagai bagian terindah dalam hidup, terutama yang belum nikah. Karna mungkin bagi yang udah senior, harapannya udah beda lagi. hehehe… :mrgreen:

Tahun baru 2014, kami awali dengan sebuah janji suci. Janji yang disaksikan oleh milyaran penduduk langit dan bumi. Dan sekarang udah bisa bilang, “ternyata seperti ini rasanya menikah”. Banyak suka-duka nya, itu pasti. Semoga bisa menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Dilimpahi dengan berkah. Diberikan keturunan yang shalih dan shalihah. Amin ya Allah.
…pengen baca lanjutannya…

Hujan

Air langit sore ini membasahiku, membasahi tanah yang ku pijak, membasahi seluruh makhluk di sekitarku. Hujan memandikan tanah yang merindukan basah. Aku mulai ragu akan hadirmu yang tak kunjung memberikan kepastian. Penantianku mungkin tak terlalu berharga bagimu. Entah karena kau takut basah, atau karena aku bukanlah apa-apa untukmu. Aku hanya bisa merutuk. Kutatap air yang menggenang. Debu-debu yang tersapu, seolah mewakili rasa yang ku punya. Aku tahu, air mata yang bercampur hujan tak akan cukup mewakilkan kata tuk ungkapkan, betapa aku mendambakanmu. Namun hujan terlalu romantis untuk dihujat. Dan ku yakin, hujan sore ini sudi menemani penantianku hingga tak dapat lagi kulihat bayangan yang dihasilkan mentari.

Naphee’ – di tengah hujan yang memeluk dengan cinta

Kisah Ayam dan Bebek

Sepasang pengantin baru tengah berjalan bergandengan tangan di sebuah hutan pada suatu malam musim panas yang indah, seusai makan malam. Mereka sedang menikmati kebersamaan yang menakjubkan tatkala mereka mendengar suara di kejauhan: “Kuek! Kuek!”

“Dengar,” kata si istri, “Itu pasti suara ayam.”

“Bukan, bukan. Itu suara bebek,” kata si suami.

“Nggak, aku yakin itu ayam,” si istri bersikeras.

“Mustahil. Suara ayam itu ‘kukuruyuuuk!’, bebek itu ‘kuek! kuek!’ Itu bebek, Sayang,” kata si suami dengan disertai gejala-gejala awal kejengkelan.

“Kuek! Kuek!” terdengar lagi.

“Nah, tuh! Itu suara bebek,” kata si suami.

“Bukan, Sayang. Itu ayam. Aku yakin betul,” tandas si istri, sembari menghentakkan kaki.

“Dengar ya! Itu a…da…lah… be…bek, B-E-B-E-K. Bebek! Mengerti?” si suami berkata dengan gusar.

“Tapi itu ayam,” masih saja si istri bersikeras.

“Itu jelas-jelas bue…bek, kamu ini..! kamu ini..!.”

Terdengar lagi suara, “Kuek! Kuek!” …pengen baca lanjutannya…

Rasa (part 2)

Aku sangat senang ketika kau menggenggam tanganku.
Apakah kau merasakan hal yang sama ketika aku menggenggam tanganmu?
Aku merasa nyaman ketika kau memelukku.
Apakah kau merasakan hal yang sama ketika aku memelukmu?
Aku bisa melupakan semua masalahku ketika kita tertawa bersama.
Apakah kau juga bisa melupakan semua masalahmu ketika tertawa bersamaku?
Aku selalu memikirkanmu sebelum aku tertidur.
Apakah kau juga memikirkanku sebelum kau tertidur?
Jantungku berdetak lebih cepat ketika kau menatap wajahku.
Apakah kau merasakan hal yang sama ketika aku menatap wajahmu? …pengen baca lanjutannya…

Kau yang Terindah…

Dia
memang hanya dia
ku slalu memikirkannya
tak pernah ada habisnya

Benar dia
benar hanya dia
ku slalu menginginkannya
belaian dari tangannya

Mungkin hanya dia
harta yang paling terindah
di perjalanan hidupku
sejak gerak denyut nadiku

Mungkin hanya dia
indahnya sangat berbeda
ku haus merindukannya

(Geisha – Tak ‘kan Pernah Ada)

Entah kenapa, tiap denger lagu ini aku selalu …pengen baca lanjutannya…