Makasih ya, Mas.

Bukan, ini bukan ucapanku untuk suamiku. Kali ini bukan artikel romantis yang akan aku tuliskan di sini. Iya, aku janji. Tapi ini mengenai aku, suamiku, dan anak laki-laki itu.

Tadi malam, kami berbelanja di toko Pam*la 2. Kebetulan kami memang tinggal sangat dekat dengan toko itu. Hanya butuh waktu sekitar 5 menit berjalan kaki. Niat awal kami hanya ingin membeli beras, karena memang persedian beras sudah menipis. Tapi akhirnya banyak juga yang masuk ke keranjang belanja kami. Bahkan uang selembar yang sudah kami siapkan untuk membeli beras, akhirnya yang keluar dari dompet jadi berlembar-lembar. Tidak masalah, toh kami memang butuh. hehe…

Antrian di kasir lumayan panjang. Bahkan di 2 kasir yang disediakan, semuanya penuh. Kami harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan giliran. Ketika kami hampir sampai pada giliran kami, ada seorang anak laki-laki, sekitar usia 10an tahun, …pengen baca lanjutannya…

Advertisements

Semangkuk Bakmi

Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan disuatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang.
Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tidak mempunyai uang.

…pengen tau lanjutannya…