Sobat Garkun, sahabat paling gila sedunia

Entah roh macam apa yang sudah merasuki diri ini sampai-sampai aku sudi menuliskan postingan seperti ini. Ketika aku termenung, tiba-tiba aku teringat mereka. Iya, anak-anak yang setengah gila itu. Mungkin karena efek setiap hari bertemu dengan wajah-wajah yang seolah-olah tanpa dosa padahal penuh prahara itu, justru membuatku sering merindukan mereka. Emm… apa? Merindukan mereka? Hmm… baiklah, iya. Mereka memang lama-lama ngangenin juga.

Garis Kuning adalah sebuah grup gila yang beranggotakan beberapa orang gila di dalamnya. Awal mula berdirinya hanya sebuah keisengan belaka. Berawal dari grup di WhatsApp yang dibuat pada tanggal 13 November 2012 dengan nama “Di Belakang Garis Kuning” dan baru berisikan beberapa gelintir manusia saja. Setelah itu sempat berganti nama menjadi “Yellow Line”, dan sampai sekarang menjadi “Garis Kuning”. Dan kamipun punya sebutan untuk para anggota yang gila itu. Dengan bangga kami sebut diri kami, “Sobat Garkun” 🙂

Selain grup di WhatsApp, grup ini juga sudah merambah ke aplikasi lain. Garis Kuning juga hadir di grup BBM, juga grup Line dengan nama “Yellow Line”. Tapi kedua grup ini nampaknya kurang diminati oleh sobat Garkun. Tetapi ada  salah satu franchise Garkun yang juga tidak kalah ramai dengan grup WhatsApp, yaitu grup chat di Facebook, dengan nama “Garkunchat”.

Keanggotaan kamipun mengalami beberapa perubahan. Ada yang masuk, ada yang keluar. Karena kami adalah teman sekantor, jadi ketika ada teman yang resign dari kantor juga kadang ada yang tetap stay di grup, ada juga yang memilih keluar dari grup. Suka duka kami rasakan bersama. Berbagai kegilaan sudah kami lakukan bersama. Bahkan jatuh bangunnya kehidupan yang paling pahit sekalipun juga pernah kami alami bersama. Hahaha… 😀

Kurang afdhol rasanya jika tidak menyertakan identitas dari para anggota yang sebagian besar sudah mengalami gangguan kejiwaan semenjak bergabung bersama grup Garis Kuning ini. Siapa saja pelaku dan korbannya? Atau bahkan sudah tidak bisa dibedakan antara pelaku dengan korban, karena setiap anggota saling meracuni otak satu sama lain?

Sebenernya mau masukin Naphee’ ke dalam list. Tapi ga usah lah ya, masa’ tuan rumah mbahas diri sendiri :D. Yang jelas, Naphee’ adalah anggota Garkun yang paling baik hati, Itu sudah cukup mewakili karakter Naphee’ di sini :D. Jadi langsung aja ya, kita menuju ke para penunggu grup keramat ini. (sebagai catatan, bagi anggota yang dicantumkan golongan darahnya, berarti sifatnya hampir mirip dengan tulisan yang di sini. FYI aja sih, Naphee’ golongan darah B 😀 )

Mas Budi (biasa dipanggil Mbed)

Mbed

Dedengkot Garis Kuning. Bapak satu anak. Desainer. Fotografer. Golongan darah B. Sebagai sesepuh di Garkun, dia sangat disegani kadang dianggap tiada oleh yang lain. Dia sering membagikan artikel penting gila yang membuat sebagian dari kami merasa was-was sebelum membukanya. Link yang dia bagikan biasanya berisi hal-hal yang mengerikan, mengkhawatirkan, dan cenderung bahaya jika dibaca oleh para jomblo. Tetapi tak bisa dipungkiri, bahwa bapak yang satu ini paling disayang oleh semua warga Garkun #uhuk . Selain dia sesepuh di Garkun, dia juga sesepuh di Kantor Biru.

Traya (biasa dipanggil Njuz)

Njuz

Si krempi yang setengah lelaki. Iya, itu artinya dia adalah seorang wanita sejati. Pacaran sama anak Garkun juga, Reja. Tentu saja, Reja itu adalah seorang lelaki. Itu sudah cukup membuktikan bahwa Njuz sudah menjadi wanita. Pemilik perusahaan aksesoris dan lembaga bimbingan belajar bernama Momitronki. Golongan darah B. Itu fotonya memang mirip, tapi Njuz yang sebelah kiri lho ya, bukan yang kanan.

Bagas (biasa dipanggil Bejez)

Bejezmintagantifoto

Isengnya nggak ketulungan. Kalau ada barang yang hilang, seisi kantor langsung memikirkan hal yang sama, pasti Bejez yang ngumpetin. Kalau terdengar teriakan seseorang, seisi kantor langsung menebak, pasti anak itu lagi diusilin sama Bejez. Iya, dia memang sumber dari semua kekacauan di kantor. Golongan darah O.

Ardhy (biasanya nggak ada yang mau manggil)

Ardhy

Lelaki setengah gadis, atau gadis setengah lelaki? Entahlah. Hobinya dandan, perlengkapan kosmetiknya sungguh luar biasa komplit. Sukanya ngerumpi bareng para wanita. Suka mendekati lelaki tampan yang bertubuh kekar. Tontonan favoritnya drama korea. Sangat mengidolakan girlband SNSD. Bahkan pernah terjadi insiden, lidahnya terluka dan harus diberikan 2 jahitan, gara-gara sarapan sambil nonton video SNSD. Apa hubungannya video SNSD dengan lidah kegigit? Hanya dia dan Tuhan yang tahu.

Arief (biasa dipanggil Pakdhe)

Pakdhe

Seorang pakdhe yang berdedikasi tinggi terhadap pekerjaan. Dia betah sampai malam berada di kantor, demi mendownload film terbaru. Dia sangat sensitif terhadap kata Kalimantan. Iya, Kalimantan. Entahlah. Padahal apa yang salah dengan Kalimantan? Kalimantan itu pulau yang bagus kan? Tapi sebaiknya aku tidak terlalu banyak menuliskan kata Kalimantan di sini. Nanti dia semakin sensitif.

Arif (biasa dipanggil Ulik)

Ulik

Iya, namanya memang sama. Tapi sifatnya bertolak belakang, pake banget. Pakdhe sangat ekspresif, heboh, gila (kecuali ketika mendengar kata Kalimantan, dia berubah mellow), tapi Ulik cenderung misterius. Kalau foto selalu flat tanpa ekspresi. Tapi kebetulan yang di sini dapet foto yang agak berekspresi. Tapi sebenernya anaknya baik hati kok, beneran. (ampun, nggak berani njelek-jelekin)

Hudan (minta dipanggil Hudhud 😀 )

Hudanmintagantifoto

Anak pesantren yang hobi nyanyi. Ketika dia menyanyi, dia bisa membawa suasana ruangan menjadi syahdu. Desainer. Fotografer. Berangkat Jumatan paling akhir, pulang paling awal. Baik hati. Sering ngajarin Naphee’ mainan Photoshop :D.

Wulan

Wulan

Anak baik hati yang sering bawa makanan ke kantor. Galak, dan bisa lebih galak kalau ketemu Ardhy.

Dwi (biasa dipanggil Duwik Sagita)

Duwik

Si lemah lembut yang jadi galak juga kalau ketemu Ardhy. Entahlah, semua wanita di kantor ini seringnya menjadi sangat emosional ketika melihat muka Ardhy tiba-tiba muncul :D.

Mahroni (biasa dipanggil Roni)

Roni

Si ganteng yang suka kentut. Bahkan ketika menjadi imam shalat, begitu salam langsung terdengar suara ajaib. Porsi makannya 3 kali lipat dari manusia biasa, tapi dia aman dari kegemukan. Mungkin ususnya panjang sampai ke jempol kaki. Rajin mengaji. Lagi cari jodoh. Golongan darah O.

Robet (tanpa r di depan t)

Robet

Jangkung. Sipit. Programmer. Golongan darah A. Pernah menjadi pengusaha sukses sebelum kuliah.

Risman (biasa dipanggil Risboy)

Risboy

Programmer. Bakul pulsa juga. Baik hati dan tidak sombong. Sering ngajarin Naphee’ tentang coding dengan sangat sabar 😀 .

Yulia Linguistika (biasa dipanggil Ling-ling)

Ling2

Kenapa namanya ditulis nama lengkap? Nggak apa-apa, biar cakep aja. Namanya unik. Dia juga salah satu yang jadi galak ketika bertemu Ardhy.

Widy

MbakWids

Juragan Tup**r**re. Si bagian rumah tangga yang serba bisa (atau lebih tepatnya, dipaksa untuk serba bisa). Dia mengurusi berbagai hal tentang kantor. Termasuk, dia juga yang selalu menjadi buronan setiap awal bulan. Hehehe…

Yuli (biasa dipanggil Bom-bom)

Bom2

Selalu gagal diet. Kebalikan dari Roni, dia sudah berusaha makan sedikit tapi tidak bisa terbebas dari kegemukan. Juragan clothing shop. Pernah bawa barang dagangan ke kantor, dan membuat ruangan kerja menjadi toko distro dadakan.

Ajeng (biasa dipanggil Mamen), Maya, Rara, Aria

Mereka anggota baru di Garkun. Sebenernya Ajeng bukan anak baru, lebih tepatnya menjadi baru lagi. Hehehe… Karena mereka masih baru di Garkun, dan ruangan mereka juga terpisah, jadi Naphee’ belum berhasil mengidentifikasi karakter dari masing-masing mereka. Mungkin nanti akan ada update di postingan ini 🙂

Dan ini sobat Garkun yang pernah menjadi bagian dari Kantor Biru, tapi sudah menemukan kehidupan lain di luar sana. Ada yang masih setia dengan grup Garkun, ada yang sudah memilih untuk meninggalkan grup keramat ini.

Reza (biasa dipanggil Reja)

Reja

Si jambul yang sekarang jambulnya sudah turun. Pacarnya Njuz. Sekarang sudah merantau jauh ke Kalimantan. Iya, Kalimantan. Tapi masih setia memantau Garkun.

Danang (biasa dipanggil Dance atau Dancing in the rain)

Dancing

Si vokalis yang hengkang (atau dikeluarkan?) dari band-nya. Lelaki setengah gadis, atau mungkin gadis setengah lelaki. Tidak suka dandan, tapi pose fotonya selalu cantik dan menawan. Masih setia memantau Garkun.

Novara (biasa dipanggil Vava)

Vara

Anak yang polos. Jadi galak juga kalau ketemu Ardhy. Apalagi dia yang dulu paling sering (harus) berurusan dengan Ardhy karena memang mereka satu divisi.

Agustina (biasa dipanggil Agus)

??????????

Ini bisa dibilang soulmate sama Naphee’ semenjak kuliah. Dari dulu kita barengan terus dari mulai semester awal sampai akhirnya ujian pendadaran, yudisium, wisuda pun kita barengan. Sekarang sudah merantau jauh ke Jakarta, tapi nampaknya masih belum bisa move on dari Jogja. Sudah keluar dari Garkun, tapi masih bertahan di Garkunchat. Kata andalan : “bebeh”.

Galuh (biasa dipanggil Ulul)

??????????

Masih suka main ke Kantor Biru, mengantarkan madu pesenan anak Garkun. Biasanya Mas Budi yang jadi agen pemesanannya. Ulul juga sudah memutuskan untuk meninggalkan Garkun.

Novi (biasa dipanggil Manthili)

Thili

Ibu satu anak. Si serba bisa sebelum Mbak Widy. Memiliki senjata berupa parut sakti di kakinya. Sekarang sudah menjadi pengusaha penggilingan di Jawa Timur. Meninggalkan Garkun mungkin agar lebih fokus mengurus perusahaan penggilingannya.

Mbak Dewi

NyahDewi

Ibu satu anak. Si serba bisa sebelum Manthili. Masih setia memantau Garkun.

Selain Sobat Garkun, sebenarnya masih ada keluarga Kantor Biru yang tidak masuk ke grup Garis Kuning. Ada Duwik IT, Mbak Ety, Mas Sur. Juga ada beberapa orang baru seperti Mas Ibnu, Mas Fadly, dan masih banyak sebenarnya. Juga para petinggi Kantor Biru. Tapi maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, Naphee’ tidak berani membahas tentang mereka, karena orang-orang ini masih berada dalam batas normalnya manusia. Jangan sampai otak mereka ikut terkontaminasi dan terkena racun Garkun 😀 .

Haaahhhh… panjang juga tulisan tentang mereka. Aku masih tidak habis pikir, kenapa aku tertarik untuk menulis tentang mereka, juga kegilaan yang mereka perbuat. Ketika aku mengirimkan link tulisan ini ke mereka, pasti mereka akan mengira bahwa ini adalah link berbahaya yang sering menghantui Garkun, seperti yang biasa dikirimkan Mas Budi setiap menjelang malam (dan siang).

Baiklah, sepertinya cukup sampai di sini saja. Selamat membaca teman-teman Sobat Garkun. Aku sayang kalian 🙂 #dibajak

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s