Kacaunya 2014 di Negeri Ini

Sedih rasanya, melihat kondisi bangsa kita saat ini. Carut-marut tidak karuan, terpecah belah seolah tidak bisa lagi diselamatkan. Antar kubu saling menyerang, saling menjatuhkan, saling menjelekkan, bahkan kadang sampai menempuh berbagai cara untuk mengalahkan kubu lawan.

Apakah ini semua gara-gara pemilu? Mungkin sebagian iya, tapi tidak semua. Sepertinya memang banyak orang yang sudah saling serang sebelumnya, dan menjadi semakin memanas dengan adanya “moment-yang-katanya-pesta-demokrasi” ini. Tapi maaf, apanya yang disebut pesta, jika hanya menghasilkan huru-hara?

Calon presiden. Hampir seluruh masyarakat Indonesia sedang membicarakan hal ini. Dengan hanya 2 orang calon saja yang maju, tentunya membuat suasana semakin meruncing. Karena terpecah menjadi 2 pasti akan lebih terasa hawa “permusuhan”nya dibanding jika terpecah menjadi banyak dan beraneka ragam.

Saya rasa pilpres tahun ini begitu “istimewa”. Kenapa? Karena masing-masing kubu bukannya berlomba-lomba menunjukkan kelebihan dan prestasi diri masing-masing, tapi justru berlomba-lomba mencari kekurangan dan kejelekan lawan masing-masing. Apakah ini dikarenakan mereka kurang percaya diri sehingga harus sekuat tenaga mencari kekurangan orang lain untuk menutupi kekurangan sendiri? Entahlah. Mungkin hnaya mereka sendiri yang tau. Dan bahkan sekarang berbagai media massa seperti televisi, koran, atau situs berita online, sudah berpihak ke kubu tertentu. Lalu ke arah mana masyarakat harus mencari sumber berita yang benar-benar netral?

Rasanya eneg dan muak ketika melihat atau membaca berita, yang isinya berputar-putar di sekitar situ saja. Mengenai calon satu. Dia selalu diserang mengenai HAM. Penculikan. Pemberontakan. Dan yang paling bikin saya sebel, statusnya yang tidak punya istri alias duda. Dengan sindiran “kalau dia jadi presiden, ibu negaranya siapa?”. Maaf ya, hal se-sensitif itu dijadikan bahan untuk menjatuhkan lawan? Apa nggak mikir? Memangnya orang yang bercerai itu nggak sakit apa? Memangnya ada orang yang menikah untuk bercerai? Memangnya ada orang yang senang dengan perceraian? Please, perceraian itu menyakitkan. Kenapa di sini seolah-olah malah dijadikan bahan ejekan dan olok-olokan?

Dan calon dua. Pasti beritanya tidak jauh dari masalah rasis. Entah yang agamanya nggak jelas lah. Atau yang orang tuanya nggak jelas. Atau pencitraan dengan blusukan. Atau dia disebut capres boneka. Atau dia disetir oleh bangsa barat. Nah, apa semua itu sudah ada bukti nyata? Tapi sebenarnya yang juga banyak menjadi sorotan adalah, para pendukungnya yang anarkis. Tidak semua, tapi banyak. Maaf, saya berbicara seperti ini karena saya merasakan sendiri betapa ngerinya ketika saya bertemu dengan gerombolan kampanye dari kubu ini. Dan di sini -–saya tinggal di Jogja—, banyak kerusuhan yang terjadi akibat ulah para “oknum simpatisan” ini.

Saya tau, ini politik. Memang susah membedakan antara mana yang baik, mana yang jelek, mana yang pura-pura baik, dan mana yang baik tapi dijelek-jelekin. Entahlah, tapi sepertinya memang seperti itulah politik. Bahkan saya sendiri belum bisa membayangkan, seperti apa yang disebut dengan “politik sehat” itu.

Jujur saya nggak begitu suka membicarakan masalah politik, karena saya nggak begitu ngerti. Tapi bukan berarti saya nggak peduli. Sampai saat ini saya belum berhasil menentukan pilihan, calon mana yang akan saya pilih sebagai presiden nantinya. Dan saya yakin swing voter seperti saya masih ada ribuan di luar sana. Ayolah, jangan membuat masyarakat bingung. Cukup tunjukkan prestasi dari masing-masing calon. Jadilah pendukung yang cerdas. Jangan menanamkan kebencian di hati masyarakat Indonesia. Masih banyak warga Indonesia yang cinta damai.

Maaf sekali lagi, ini bukan sebuah artikel politik. Ini hanya sekedar curhatan salah seorang warga Indonesia. Dan berhubung besok sudah memasuki bulan Ramadhan, Naphee’ mengucapkan “Marhaban yaa Ramadhan”. Mohon maaf lahir dan batin. 🙂

 

Bonus : 

Mau milih nomer 1 atau 2, yang penting damai brader :mrgreen:

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s