Suamiku Romantis

Ungkapan yang mungkin terkesan berlebihan bagi sebagian orang. Ya, tapi memang seperti itu keadaannya. Terlebih bagi orang-orang yang menganut aliran cuek dan anti-romantis. Pasti melihat hal yang romantis justru akan dibilang lebay. Persis, seperti aku dulu. Iya dulu, sebelum aku mengenal dia. Setiap melihat temanku sedang asik menulis sesuatu di selembar kertas sambil tersenyum-senyum, dan ternyata ketika kulihat dia sedang membuat puisi cinta. Ah, sungguh itu membuatku ingin tertawa. Apa gunanya puisi cinta seperti itu? Bukankan itu terkesan hanya membuang waktu?

Dulu, dulu sekali, waktu aku masih sekolah dengan mengenakan seragam putih abu-abu, aku pernah memiliki seseorang yang romantis, atau mungkin agak sedikit romantis. Dia pernah menelfonku dengan menyanyikan lagu cinta, sering mengirimkan SMS dengan kata-kata manis, dan dia juga pernah memberiku bunga (meskipun bukan bunga asli alias bunga plastik yang disemprot dengan parfum). Tapi aku menghargai itu semua. Meskipun waktu itu aku masih menganggap hal-hal seperti itu sedikit menggelikan, tapi manis. Sayangnya, hal itu tidak berlangsung terlalu lama. Akhirnya kami berdua jadi jauh juga, seperti bukan siapa-siapa.

Lama setelah itu, aku menemukan seseorang yang lain. Dan kebetulan kami sama, setipe. Kami bukan orang yang romantis. Kami orang yang sama-sama konyol. Suka menggila. Senang menghabiskan waktu dengan cara kami sendiri. Aku tidak merasa hambar. Semuanya normal dan menyenangkan. Paling tidak untuk waktu itu. Ya, karena ternyata semuanya terasa begitu cepat. Kadang memang kenyataan tak harus sesuai dengan harapan. Bahkan restu orang tua pun bisa jadi penyebabnya. Tidak, aku tidak menyalahkan siapapun. Karena aku yakin, orang tuaku selalu menginginkan yang terbaik untukku dan orang tuaku yang paling mengenalku lebih dari siapapun. Aku tak akan terpuruk ‘hanya’ karena masalah seperti ini. Dan tak masalah, toh sekarang kami masih berteman baik. 🙂

Beda cerita ketika aku menemukan lagi seseorang yang lain. Entah apa yang membuatnya seperti yang aku kenal itu. Orang yang begitu santun, sopan, berpikiran dewasa, tapi menyenangkan. Aku bahkan tidak pernah berpikir sebelumnya, bahwa ternyata dia adalah orang yang ‘gila’ tapi juga romantis. Sungguh. Aku sangat mengaguminya waktu itu. Lelaki yang sederhana, apa adanya, rapi, berpikiran dewasa, dan… ah, sepertinya aku akan menghabiskan banyak halaman jika aku terus mengungkapkan kekagumanku tentang dia. Hihihi…

Akhirnya kekaguman itu berubah jadi cinta. Entahlah, semua mengalir begitu saja. Hey, kenapa baru sekarang? Apakah dia yang menemukanku, atau aku yang menemukan dia? Atau memang harus begini jalannya, kami bertemu di waktu yang tepat, walaupun sedikit, emm… aneh. Ya, dia bilang, dia mulai menyukaiku ketika pertama kali dia melihatku menyanyi waktu kami main band di studio sekolah. Haha… awalnya aku tertawa. Yang benar saja, suara seperti ini yang dia suka? Apa seleranya sebegitu aneh sehingga dia sangat senang ketika aku menjadi vokalis untuk bandnya? Tapi, ya begitulah. Setelah sekian lama kebersamaan kami, akupun mulai mencintainya. Cinta yang indah. Sungguh. Meskipun aku bukan tipe orang yang romantis, ternyata aku sangat bahagia ketika seseorang menyayangiku dengan cara yang romantis. Bahkan aku selalu merasa iri ketika melihat film romantis atau semacamnya. Dalam pikiranku, pasti wanita itu sangat bahagia memiliki lelaki yang begitu romantis. Selalu merasa berbunga-bunga setiap hari. Dan, ya, ternyata seperti ini rasanya. Sekarang aku merasakan apa yang dirasakan wanita dalam film romantis itu.

Selama hampir 2 tahun kami saling mengenal lebih dekat, dan akhirnya kamipun menikah. Ya Allah, mencintai lelaki ini begitu menyenangkan, sungguh. Aku serasa menjadi manusia yang baru ketika bersamanya. Bukan, bukan karena aku harus berubah atau menjadi orang lain demi dia, tapi karena aku seperti menemukan dunia baru, dunia kami berdua. Dia orang yang asik. Ternyata selain dia orang yang sangat romantis, dia juga konyol. Di balik penampilannya yang begitu berwibawa, ternyata dia jauh lebih menyenangkan dari yang aku kira. Suka menggila. Dan kami senang menghabiskan waktu dengan cara yang tak biasa. Seolah kami membangun dunia kami sendiri.

Puluhan bahkan mungkin ratusan hal yang membuatku selalu jatuh cinta padanya, setiap hari. Dia sering memberiku hadiah kecil atau sebuah kejutan yang manis. Tak jarang dia tiba-tiba memberiku sebatang coklat. Atau tiba-tiba membelikan es krim kesukaanku. Entah sudah berapa tangkai bunga mawar atau krisan yang dia berikan untukku, dengan cara yang tak terduga. Pernah suatu pagi ketika aku baru saja sampai di kantor, tiba-tiba dia menelfonku, hanya untuk menyanyikan sebuah lagu agar aku tetap semangat di tengah pekerjaanku yang bertumpuk-tumpuk waktu itu. Ya, aku paling suka ketika dia sudah mulai memainkan gitarnya. Bukan gitar kesayangan sih, karena aku tahu, kesayangannya cuma aku. Hehehe… Di suatu pagi yang lain, ketika aku hampir selesai mandi, terdengar lirih suara gitar yang dipetik. Begitu aku keluar dari kamar mandi, ternyata dia sudah duduk di depanku, memainkan gitarnya, dan menyanyikan lagu yang menurutku adalah lagu yang begitu indah, lagu yang dia ciptakan untukku. Serius, rasanya ingin segera aku singkirkan saja gitar itu dari tangannya, lalu segera aku peluk dia. Suamiku, kamu sungguh manis c88f7-kisss

Ya ampun, aku rasa artikel ini sudah terlalu panjang. Tulisanku seperti seorang remaja yang sedang kasmaran saja. Jika ada temanku yang melihatku saat ini, dia pasti akan menertawakanku. Ah, biarkan saja. Lagipula, siapa yang peduli?

 

kusnullutfiwordpresscom_happywithyou

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s