Princess of Disney: Miley Cyrus, Selena Gomez, or Demi Lovato?

Buat teman-teman pecinta Disney, pasti sudah nggak asing lagi sama tiga bintang ini. Mereka aktris, juga penyanyi. Sama-sama memulai segalanya dari dunia akting. Sama-sama ‘bermasalah’. Sama-sama merilis album di kemudian hari. Sama-sama bersahabat. Dan yang akan saya bahas di sini adalah tentang musik mereka. Tentang album-album yang mereka telurkan. Tentang lagu-lagu yang mereka nyanyikan.

Demi Demetria Lovato

“This is Me” itulah lagu Demi yang pertama saya dengar di tahun 2008. Saya tidak terlalu mengikuti perjalanan karir Demi. Sampai suatu ketika RCTI menayangkan Camp Rock dan dia adalah pemain utamanya–saat itu saya sudah kuliah semester dua, dan lagi sakit. Saya suka sekali film itu. Beberapa hari kemudian saya download album-album Demi Lovato.

Album pertamanya rilis tahun 2008, judulnya Don’t Forget. karena suaranya yang serak dan kuat, genre yang diambilnya adalah pop rock. Nyaris semua lagu di album ini penuh dengan hentakan drum dan petikan gitar elektrik. Menguatkan unsur rock. Dari ke-duabelas track yang ada, saya sempat menyukai Don’t Forget–tentang seorang mantan yang berharap tidak dilupakan mantannya– dan Two Worlds Collide–lagu yang ditujukan untuk sahabatnya, Selena Gomez. Favorit saya cuma satu. La La Land. Lagu ini menceritakan tentang berani menjadi diri sendiri. Terserah orang mau bilang apa, tetaplah jalani hidup kita

Melalui analisis seseorang yang saya baca dari website songmeanings, La La Land adalah sebuah ‘mesin’ Disney yang berfungsi menelurkan bintang-bintang baru. Demi adalah salah satu bintang Disney dan orang-orang berkata artis Disney tidak akan bertahan lama. Itulah mengapa lagu ini dilahirkan. Dan apakah yang orang katakan benar–bahwa Demi tidak bertahan lama?

Well, some may say I need to be afraid of losing everything

Because of where I had my start and where I made my name
Well everything’s the same in a La La Land machine

Siapa bilang Demi tidak bertahan lama, di tahun berikutnya, ia merilis Here We Go Again. Materinya sama dengan Don’t Forget. Nggak ada sesuatu baru. Malahan saya lebih suka album sebelumnya. Saya punya satu lagu favorit di album ini. Gift of a Friend. Bisa saya katakan ini lagu slow favorit saya dari sekian lagu yang ada. Musiknya disney banget, maklum lagu ini merupakan soundtrack Tinker Bell. Liriknya menyentuh. Bikin merinding. Banyak sekali quote-quote tersembunyi dalam lagu ini, salah satunya:

It’s easy to feel like you don’t need help, but it’s hard to walk on your own

Saya sangat sangat suka lirik di verse dua.

Someone who knows when you’re lost and you’re scared
There through the highs and the lows
Someone to count on, someone who cares
Beside you wherever you go

Sahabat selalu tahu ketika kita kesepian dan ketakutan. :’)

Refrainnya strong. Lirik yang ditulis nggak puitis, mudah dipahami, tapi menusuk di hati. Dengan musik yang menghentak.

The world comes to life and everything’s bright
From beginning to end when you have a friend by your side
That helps you to find the beauty you are
When you open your eyes and believe in
The gift of a friend

Dan puncak lagu ini adalah pada bagian bridge. Ketika impianmu tidak tercapai, dan kamu merasa sangat kesepian… kamu tidak sendiri. Selalu ada sahabat di sampingmu.

When your hope crashes down, shuttering to the ground
You… you feel all alone
When you don’t know which way to go
There’s no signs leading you home
You’re NOT alone

Tahun 2010 Demi Lovato tidak beristirahat dalam bermusik. Dia dan Jonas Brother merilis film Camp Rock 2 beserta soundtracknya. Lagu-lagu soundtracknya lebih membahas tentang summer. Lagu yang paling merinding menurut saya adalah This is Our Song. Saya lihat cuplikannya di youtube. Rupanya lagu ini merupakan lagu penutup film. Mereka bernyanyi dengan gitar di pangkuan Nick dan Kevin Jonas, semua peserta Camp Rock mengelilingi api unggun. Persahabatan selalu bersatu di sebuah akhir cerita real maupun fiksi. Pemandang keren yang pernah saya lihat! >.<

Tahun 2010 juga merupakan tahun terkelam bagi Demi. Terjadi perkelahian antara dirinya dengan seorang back-up dancer. Demi tiba-tiba men-deactive twitternya. Dia mendadak menghilang. Orang-orang bertanya ‘di mana Demi’ dan ‘rehab’ adalah jawaban atas pertanyaan itu. Ya, Demi direhab selama beberapa bulan karena masalah ini. Album yang dijadwalkan rilis di awal 2011 terpaksa tertunda gara-gara masalah ini.

Bulan Juli 2011 adalah peresmian bahwa Demi kembali di dunia musik. Dia mengeluarkan single yang ditunggu-tunggu para fansnya. Skyscraper. Lagu ini adalah lagu motivasi, seperti Who Says. Saya suka pembukaan lagu ini. Diiringisingle-piano yang terdengar lemah. Suara Demi terdengar seperti baru menangis. Rapuh. Serak. Saya suka baris-baris yang dituliskan pada reffnya.

You can take everything I have
You can break everything I am
Like I’m made of glasses, like I’m made of paper
Go on and try to tear me down
I will be rising from the ground
Like a SKYSCRAPER, like a skyscraper

Seolah mengikuti Selena, lagu ini juga memiliki versi spanyolnya. Rascacielo. Jujur saya jauh lebih suka versi spanyolnya. Suara Demi kuat banget dan dewasa. Versi inggrisnya terdengar sedikit membosankan. Tapi enggak untuk versi spanyolnya. Nada-nada tinggi ‘tertembak’ dengan sempurna. Demi berhasil menularkan feel dari lagu ini. Perasaan ketika kamu dijatuhkan orang lain, berjanjilah pada dirimu untuk bangkit dari bawah, seperti pencakar langit.

Demi Lovato on my iTunes:

 

*
Selena Marie Gomez

Selena adalah bintang Disney terakhir yang saya tahu. Saya baru kenal dia setahun lalu, waktu bulan puasa. Yang saya suka dari Selena adalah wajahnya yang masih kayak anak-anak dan terlihat masih ‘suci’. Dia juga paling cantik di antara dua temannya. Tapi saya harus tarik kata ‘suci’ setelah dia pacaran sama Justin. Jadi rusak. :/

Awalnya, saya nggak terlalu peduli sama lagu-lagunya Selena. Saya pernah mendengar preview album pertamanya, tapi nggak ada satu pun lagu yang saya suka. Di album keduanya, A Year Without Rain, saya hanya suka dua lagunya: A Year Without Rain dan Round and Round. Round and Round udah bosan, sih. Kalau A Year Without Rain masih suka dengar, sesekali. Musiknya beda dari lagu-lagu Selena di album pertamanya. Lagu ini lebih mengikuti pasar, dance-pop. Cuma butuh dua-tiga kali dengar dan saya suka lagu ini. Tapi liriknya berlebihan. A day without you is like a year without rain. WTH? Hahaha. Lepas dari itu, saya suka lagunya. Apalagi bagian bridgenya. Ada efek hujan turun yang menandakan sang kekasih datang.

Di tahun berikutnya, 2011, Selena mengeluarkan single baru yang nggak masuk dalam track-list album keduanya–Who Says. Eh, ternyata Selena mau ngeluarin album baru. Cepet banget. Padahal baru tahun kemarin dia keluarin album. Saya berharap di album ketiganya ini, Selena lebih menjadi dirinya sendiri, seperti yang dia katakan di baris pertama lagu Who Says, “I wouldn’t want to be anybody else.”

Maksud menjadi diri sendiri adalah dia nggak mengikuti genre masa kini–dance pop. Tapi nyatanya nggak. Di album ketiganya, dia masih bereksperimen sama musik dance pop. Tapi harus saya akui, album ketiganya ini beda banget. Nggak se-membosankan album keduanya. Lagu yang saya suka juga ada sekitar delapan.

Di album ini, ada lagu berjudul Love You Like a Love Song. Saya benci lagu ini. Musiknya datar dan saya benci pengulangan pada kata ‘repeat-peat-peat-peat.’ Eh, tapi sekarang malah suka lagu ini, meskipun nggak sampe masuk list favorit.

Track keempat pada album ini, saya disuguhkan oleh lagu ciptaan Pixie Lott, We Own The Night. Mulanya, saya kurang tertarik sama lagu ini, akan tetapi hari ini lagu ini jadi candu buat saya. Lagu dibuka dengan petikan gitar, ‘satu-satu’. Suara Selena terdengar ngebass pada verse 1 dan 2. Saya nggak tahu lagu ini ditujukan untuk kekasih atau sahabat. Tapi menurut saya, ini lagu untuk sahabat. Tentang malam bersama sahabat.

When we are together it’s the time of our lives
We can do whatever, be whoever we like
Spend the weekend dancing ’cause we sleep when we die
Don’t have to worry ’bout nothing
We own the night

Dan bagian yang buat saya merinding adalah bridgenya. Nothing last forever, so let’s live it up, when we’re together. Yeah, hidup ini nggak abadi, mari jalani hidup ini bersama sahabat. Tapi menurut saya, nggak ada yang abadi, kecuali persahabatan.

Lagu yang paling saya favoritkan di album When The Sun Goes Down ini adalah My Dilemma. Kalau diibaratkan akun Twitter, lagu ini adalah akun @DamnItsTrue. Setiap baris pada lirik ini cocok buat kalian-kalian yang sering disakiti sama pacar, tapi tetep aja masih bertahan. Your eyes have a thousand lies, but I believe them when look in mine. Bagian favorit saya adalah reffnya.

Here’s my dilemma
One half of me wants ya
And the other half just wants to forget
My, my, my dilemma
From the moment I met ya
I just can’t get you run out of my head
And I tell myself to run from you
But I find myself attracted to my dilemma, it’s you.

Kalian pasti pernah mengalami hal seperti ini. Saya menyukai lagu ini lebih karena musiknya yang enak didengar. Lagu dibuka dengan gesekan biola, yang lebih terdengar seperti sayatan hati sesorang. Mulailah dentuman-dentuman dance-pop bertebaran di sepanjang lagu. Lagu yang nggak boleh dilewatkan!

Selena Gomez on my iTunes

*

Destiny Hope Cyrus (As known as Miley Cyrus)

She is the most controversial Disney star. Namanya menjelajah seisi dunia karena tayangan Hannah Montana. Dia merambah ke dunia musik ketika album Hannah Montana 1 diterima masyarakat. Kemudian lahirlah album Hannah Montana 2, Meet Miley, Hannah Montana The Movie, Hannah Montana 3, Breakout, Hannah Montana Forever, dan Can’t Be Tamed.

Lagu-lagu di album lebih banyak berbicara tentang kehidupan–This is The Life. Tentang persahabatan–True Friend dan Wherever I Go. Tentang jadi diri sendiri–You’ll Always Find Your Way Back Home. Tentang cita-cita–The Climb dan I’m Still Good. Hannah Montana adalah ikon panutan anak-anak luar negeri. Saya suka ketika Miley menyanyikan lagu-lagu positif. Kalau ditanya, mana lagu yang paling berkesan, saya kesulitan menjawab. Semua lagu punya makna berbeda. Tapi kalau lagu yang saya banget, I’m Still Good. Lagu yang saya paling suka makna dan musiknya, You’ll Always  Find You Way Back Home (salah satu penulis lagu ini pacar saya lho, Taylor Swift). Pada refrain, Miley berkata, “You can change your hair and you can change your clothes. You can change your mind, that’s just the way it goes. You can say goodbye and you can say hello, but you’ll always find your way back home.” Ya, kita bisa mengganti style rambut maupun baju maupun pikiran, tapi kita akan selalu kembali ke rumah kita; diri sendiri.

Tanpa embel-embel Hannah Montana, Miley juga sukses. Album pertamanya adalah Meet Miley. Musiknya masih ada unsur-unsur Hannah Montana yang sangat kental, teen pop. Ada dua lagu yang saya suka dari album ini. Right Here, menceritakan tentang persahabatan. Di mana pun kamu berada, sahabat akan selalu menemanimu. Bahkan ketika kamu tidak melihatnya di sampingmu, kamu tidak sadar kalau sahabatmu selalu berada di dalam dalam hatimu.

All you have to do is call my name
No matter how close or far away
Ask me once and I’ll come, I’ll come runnin’
And when I can’t be with you
Dream me near
Keep me in your heart and I’ll appear
All you have to do is turn around, close your eyes, look inside
I’m right here

Lagu kedua, Good And Broken. Saya nggak akan pernah melupakan kalimat “There’s no red light in life, just go.” pada lagu ini. So inspiring.

Album kedua, Breakout, masih teen pop, namun ditambah balutan gitar elektrik, menambahkan unsur rock pada beberapa lagu seperti 7 ThingsBreakoutFly on The Wall. Lagu yang paling berkesan adalah 7 Things. Saya suka liriknya. Pada bagian reff, Miley menyebutkan tujuh hal yang dia benci dari seorang cowok, dan alasan ketujuh Miley membenci cowok itu adalah, “And the seventh thing, I hate the most that you do…, you make me love you.” Miley juga sedikit lebih dewasa di album ini dengan menambahkan lagu Goodbye, lagu paling dewasa di album ini. Tentang kehilangan kekasih, namun masih menyimpan rasa yang sangat dalam. Tidak hanya berbicara soal cinta, Miley juga menyediakan satu lagu bertemakan go greenWake Up America. Saya suka pesan dan lirik lagu ini.

Wake up, America!
We’re all in this together
It’s our home, so let’s take care of it

Indonesians, this is our homeTake care of it. Stop demonstrasi-demonstrasi nggak penting. Stop bullying. Indonesia bukan rumah angker yang di dalamnya terdapat ‘pencabut nyawa’.

Dan di tahun 2010, Miley menelurkan album terakhir sebelum ia hiatus di dunia musik. Can’t Be Tamed. Melalui album ini, Miley seolah merealisasikan judul album Rihanna, Good Girl Gone Bad. Yeah, Miley yang tadinya anak baik-baik, didikan Disney, malah menjadi cewek liar dengan hal-hal kontroversi yang dibuatnya. Lihat saja cover album ini, she was 17, but acting like 22. Taylor bahkan sempat ‘menyindirnya’ saat dia ulang tahun. “Happy birthday, Miley. You’re 18. Not 22.

Lagu-lagu di album Can’t Be Tamed juga bukan Disney banget. Penuh dance pop ala Lady Gaga. Tapi saya suka SEMUA lagu-lagunya. Kebanyakan bertemakan tentang kebebasan. Miley juga durhaka terhadap perusahaan yang membuat namanya meroket, Disney. Ya, melalui lagu Robot, dia berkata, “Stop trying to live my life for me, I need to breathe. I’m not your robot.” Yah, terkadang perusahaan-perusahaan seperti Disney menuntutnya untuk melakukan ini-itu, tapi dia ‘capek’. Bukan hanya Miley, tapi semua orang ingin menghabiskan waktunya sebagai diri sendiri.

Dan ketika Can’t Be Tamed meluncur, semakin banyak cemooh-cemooh terhadap Miley. Bahkan fansnya yang dulu mati-matian terhadapnya, meninggalkannya. Membencinya. Tapi Miley sudah kebal dengan yang namanya haters, sehingga di lagu Liberty Walk, Miley mengingatkan, “Don’t listen to all the people who hate. ‘Cause all they do is make your mistake.”  Orang-orang yang membenci kita hanya suka mencari-cari kesalahan. One of my favorite song.

Sebenernya ada lagi sih lagu yang aku suka, soundtracknya film Bolt. Di situ karakter suara Miley keluar banget. Suka 🙂

Miley Cyrus on my iTunes:


*

Dari ketiga princess Disney ini, mereka semua punya bakat. Demi punya suara yang keren. Dia menciptakan beberapa lagunya dan menyanyi dengan sangat baik. Bahkan, tanpa auto-tune pun, dia menghasilkan suara yang luar biasa. Yang bisa saya katakan adalah musik adalah dirinya. Selena punya bakat akting yang luar biasa–dia masih harus belajar menyanyi live dengan baik. Sedangkan Miley, dia adalah ‘omnivora’. Dia pemakan segalanya. Dia bisa akting dengan baik–sudah banyak film yang dibintanginya. Dengan suaranya yang cempreng, dia bisa bernyanyi dengan baik dan sesekali menciptakan lagu.

Dan, saya memilih . . . . .

DEMI LOVATO

hehehe… Soalnya khas banget. Jadi begitu denger lagunya, langsung tau kalo itu suaranya Demi. Keren pokoknyah Logo Google Doodle 14 Februari 2013

Kalau kalian pilih siapa? Logo Google Doodle 14 Februari 2013

Sumber : http://alvi-syahrin.blogspot.com/2011/07/princess-disney-miley-cyrus-selena.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s