Hujan

Air langit sore ini membasahiku, membasahi tanah yang ku pijak, membasahi seluruh makhluk di sekitarku. Hujan memandikan tanah yang merindukan basah. Aku mulai ragu akan hadirmu yang tak kunjung memberikan kepastian. Penantianku mungkin tak terlalu berharga bagimu. Entah karena kau takut basah, atau karena aku bukanlah apa-apa untukmu. Aku hanya bisa merutuk. Kutatap air yang menggenang. Debu-debu yang tersapu, seolah mewakili rasa yang ku punya. Aku tahu, air mata yang bercampur hujan tak akan cukup mewakilkan kata tuk ungkapkan, betapa aku mendambakanmu. Namun hujan terlalu romantis untuk dihujat. Dan ku yakin, hujan sore ini sudi menemani penantianku hingga tak dapat lagi kulihat bayangan yang dihasilkan mentari.

Naphee’ – di tengah hujan yang memeluk dengan cinta

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s