Apa Adanya Itu Menyenangkan

To the point aja nih. Akhir-akhir ini aku lagi banyak banget nemuin kasus (halah, kasus) dari temen-temenku yang… bisa dibilang menutup-nutupi kenyataan, dan menurutku itu merupakan hal yang lumayan malu-maluin. Gimana enggak, sama aja dia bohong sama orang lain.

Contohnya aja nih, beberapa waktu lalu ada temen yang ditanya sama temennya, “Kamu udah kerja apa sekarang?”. Dan dengan entengnya dia jawab, “Aku jadi guru sekarang”. Padahal sebenernya dia belum kerja. Ada lagi yang ditanya temennya, “Kamu kerja di mana sekarang?”. Tanpa rasa bersalah dia jawab “Aku kerja di ***** (nyebutin salah satu nama kantor)”. Padahal sama juga, dia beum kerja.

Nah, apa coba, dia menutup-nutupi apa yang ada dalam dirinya, membohongi orang lain, entah karena alasan apa, dan dia bangga dengan itu. Ya emang sih, mungkin dia malu kalo’ masih dalam kondisi –maaf– nganggur, udah lulus kuliah tapi nggak dapet-dapet kerjaan, tiap hari cuma kerjaannya tiduran, ngemil, nonton TV. Ya, oke, alasan yang masuk akal. Tapi yang jadi masalah –setidaknya itu terlihat sebagai sebuah masalah buat aku, entah di mata orang lain, mungkin wajar– adalah, kenapa dia harus bohong? Dan itu adalah memalsukan status dia. Menutupi kondisi dia yang sebenernya.  Kenapa? Malu? Gengsi? Lah, itu kan hidup dia sendiri, kenapa harus malu coba. Kalo’ nggak mau mengakui keadaan hidupnya sendiri, ya jadi orang lain aja. Toh jujur dan apa adanya itu menyenangkan kok. Emang sih, mungkin agak gimana rasanya kalo’ orang tau keadaan kita yang belum dapet-dapet pekerjaan. Tapi, semua orang pasti pernah mengalami itu kok. Aku aja dulu pasca-resign dari tempat kerjaku, sempet nganggur sekitar sebulan sebelum akhirnya dapet tempat kerja baru. Nyari kerja kemana-mana, nyoba-nyobain kerja part time, ada job fair disamperin. Tapi nggak pernah tuh sampe mengorbankan harga diri dengan bohong ke semua orang dan bilang kalo’ udah kerja di mana gitu. Haha.. ya emang sih ya, sifat orang beda-beda. Tapi agak risih aja sama orang yang kaya’ gitu. Apalagi kalo’ ada orang yang tau kalo’ ternyata dia cuma bohong. Jiaaahhh… bisa malu setengah mati, reputasinya anjlok, dan mau ditaruh di mana itu muka. Hahaha… emang bahasa yang digunakan di blog ini berkonsep “suka-suka gue”. Jadi maap aja kalo’ berantakan.

Intinya, nggak perlu deh berbohong demi hal yang nggak penting kaya’ gitu. Entah itu masalah kerjaan, keluarga, sifat, masa lalu, atau apalah segala macamnya. Yah, apapun itu, aku di sini cuma mau berbagi aja, sedikit curhat, dan sekalian ngingetin. Kenapa sih musti malu sama kondisi diri kita sendiri? Toh itu kita sendiri yang ngejalanin, kita sendiri yang ngalamin, kita sendiri yang ngelakuin, dan itu sudah menjadi pilihan hidup kita. Udah lah, nikmatin aja apa yang ada. Masih banyak banget orang lain yang nggak seberuntung kita. Nggak usah malu ataupun gengsi dengan apa yang kita punya. Nggak usah jadi orang lain. Toh jujur itu baik, dan apa adanya itu menyenangkan :).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s